Presiden Jokowi Tak Ingin Ada Proyek Infrastruktur Roboh Lagi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 31 Oktober 2018 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 31 320 1971478 presiden-jokowi-tak-ingin-ada-proyek-infrastruktur-roboh-lagi-81EQquMMA5.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh pekerja konstruksi untuk memperhatikan keamanan dan keselamatan ketika mengerjakan proyek. Jangan sampai adalagi kecelakaan konstruksi yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada seluruh stekholder fokus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM). Karena dengan adanya peningkatan SDM maka pekerjaan yang dilakukan pun lebih berkualitas.

"Di tengah kesempatan kerja yang terbuka luas di dalamnya melekat tanggung jawab bekerja. Keamanan pekerja. Jangan adalagi kasus bangunan roboh atau kecelakaan fatal. Proyek harus menjadi perhatian di wilayah rawan," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

 Baca Juga: Peringatan Keras Sri Mulyani ke Kemenhub soal Infrastruktur

Selain itu lanjut Jokowi, dalam membangun infratruktur juga harus melihat prinsip lingkungan. Artinya dalam membangun infratruktur jangan sampai kerusakan lingkungan.

"Kedua yang terkait dengan lingkungan hidup kalangan sampe merusak lingkungan. Harus melihat prinsip dan prosedur," ucapnya.

Selain itu juga jangan sampai pembangunan menganggu lingkungan dan sosial. Karena menurutnya pondasi ini sangat penting untuk membangun perekonomian.

"Ketiga lingkungan sosial. Setiap pembangunan harus selalu memperkuat pondasi yang baik. Jangan merusak fondasi sosial dan ekonomi setempat," ucapnya.

 Baca Juga: 10 Proyek Strategis Nasional Rampung Akhir 2018

Kemudian yang harus diperhatikan selanjutnya adalah mengenai perkembangan teknologi. Para pekerja konstruksi harus siap untuk menghadapi industri 4.0.

"Beberapa tahun ini juga konstruksi ramai kredit printing. Bangun rumah hanya 24 jam. Bangun rumah hanya hitungan jam. Bahkan ada 3d printing bangun kawasan industri dalam hitungan bulan," jelasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Pembangunan Infrastruktur untuk Ekonomi dan Mempersatukan Indonesia

Selanjutnya adalah mengenai pembiayaan. Menurutnya, pembiayaan infrastruktur harus terus dikembangkan jangan hanya mengandalkan Anggana Pendapatan dan Belanja Negara.

"Karena semua infrastruktur tidak mungkin dibangun dengan APBN. Saya tekankan dan pesan kepada kementerian. Jangan kita nonton bergantung dengan APBN. Ada kerjasama dengan pemerintah ada kpbu, ada Pina jangan tergantung dengan APBN," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini