nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gandeng Jerman, RI Kerjasama Pemasangan Listrik Surya Atap

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 10:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 22 320 1981069 gandeng-jerman-ri-kerjasama-pemasangan-listrik-surya-atap-XvYfK6BGAm.jpg Foto: Reuters

JAKARTA – Asosiasi Energi Tenaga Surya Indonesia (AESI) bekerja sama dengan asosiasi industri panel surya dari Jerman dalam pemasangan listrik surya atap.

Hal itu seiring rencana pemerintah menerapkan kebijakan surya atap untuk kantor pemerintahan, bisnis, dan rumah tangga. “Kerja sama yang kami lakukan ini adalah melakukan pelatihan terkait pemasangan energi surya atap. Untuk aturan listrik surya atap sendiri sedang disiapkan pemerintah,” ujar Ketua Pengguna Lisrik Surya Atap (PPLSA) Yohanes Bambang Sumaryo di sela acara Indonesia German Renewable Energy 2018 di Jakarta.

Menurut dia, kerja sama ini penting dalam meningkatkan pengembangan panel surya di Indonesia. Berdasarkan data PLN, hanya 600 pelanggan yang memasang panel surya atap. Untuk biaya investasi yang diperlukan untuk memiliki listrik surya atap, yaitu sekitar 15 juta untuk per Kilowatt per Peak (KwP).

Baca Juga: Barata Indonesia Garap Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro

Dia mengatakan kondisi itu berbeda dengan negara lain. Pihaknya mencontohkan di Jerman sudah ada 10 juta rumah tangga menggunakan panel surya di atap, sedangkan di Australia sudah mencapai 1 juta rumah tangga.

Untuk mendukung pengembangan listrik surya atap, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan aturan itu. Pihaknya berharap aturan yang dikeluarkan dapat mempermudah akses perizinan dan regulasi yang mendukung peningkatan investasi energi baru terbarukan termasuk surya atap.

WOW!!! Pembangkit Listrik Tenaga Surya Abakan Memiliki Kapasitas 5.2 MW

Dia mengatakan, dengan adanya regulasi dan kebijakan yang mendukung, maka energi listrik dari surya atap diharapkan akan meningkat pesat. “Regulasi saat ini memang belum mendukung untuk pengembangan energi baru terbarukan. Pemerintah lebih mendukung energi fosil.

Kami ingin diberikan ruang gerak yang sama untuk EBT sehingga bisa diterima pada sistem kelistrikan kita,” kata dia. Sementara itu, Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan pada Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Kementerian ESDM Harris mengatakan, aturan guna mengakomodasi energi listrik surya atap atau panel surya tengah di siapkan.

Baca Juga: PLTB Tolo Rampung Akhir 2018, Arcandra: Tingginya Melebihi Monas

Saat ini penerbitan aturan itu masih menunggu pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). “Sudah ada nomornya, yaitu nomor 49/2018. Yang belum adalah nomor lembar negara nya dari Kementerian Hukum dan HAM. Kalau sudah keluar, kami langsung terbitkan,” kata dia.

Arti Pentingnya Panel Surya bagi Nelayan di Desa Dukuhseti Pati

Dia menjabarkan aturan tersebut mengatur terkait siapa saja konsumen berhak memasang listrik surya atap. Nanti konsumen yang bisa menggunakan panel surya adalah pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero), seperti rumah tangga, lembaga pemerintah, badan sosial, industri, dan komersial.

Selain itu, beleid tersebut nanti juga mengatur kapasitas yang diperbolehkan untuk memasang panel surya di atap. “Aturan itu juga mematok batas kapasitas tidak lebih dari 90% daya listrik yang mengalir dari PLN. Selain itu, juga diatur mengenai jumlah perhitungan transaksi listrik yang dijual dari PLTS ke PLN,” kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini