nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Pertamax Cs Akan Turun, Paling Lambat Januari 2019

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 28 320 1984013 harga-pertamax-cs-akan-turun-paling-lambat-januari-2019-NCZE5sbaRN.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi. Hal tersebut menyusul anjloknya harga minyak dunia hingga ke level USD50 per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, pihaknya telah memanggil seluruh badan usaha untuk membicarakan wacana penurunan harga BBM.

Beberapa badan usaha yang dipanggil seperti PT Pertamina (Persero), PT AKR Corporindo, PT Shell Indonesia, PT Total Indonesia, PT Vivo Energi Indonesia dan PT Garuda Mas Energi.

 Baca Juga: Badan Usaha BBM Diminta Turunkan Harga

Dari hasil obrolan tersebut, menghasilkan hasil yang cukup positif. Pasalnya, seluruh badan usaha sepakat dan berkomitmen untuk menurunkan harga BBM non subsidi.

"Saya sudah panggil Pertamina, AKR, Shell, Total, Vivo, Garuda Mas, mereka semua komit turunkan harga," ujarnya di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Djoko juga menyebut, jika pada pekan depan sudah ada beberapa badan usaha yang akan menurunkan harga BBM non subsidi. Meskipun dirinya tidak menyebutkan secara rinci berapa dan siapa badan usaha yang akan menurunkan harga BBM non subsidi.

 Baca Juga: Badan Usaha Didesak Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Djoko menambahkan, nantinya para badan usaha tersebut akan diberikan waktu oleh pemerintah untuk menurunkan harga BBM non subsidi. Pemerintah memberikan tenggat waktu kepada badan usaha untuk menurunkan harga BBM non subsidi paling lambat pada Januari 2019 mendatang

"Ada yang minggu depan (sudah turunkan harga BBM nonsubsidi), paling lambat Januari 2019. Tanya mereka saja, tapi saya tinggal menunggu surat mereka," jelasnya.

Sebelumnya, Djoko juga menyebut jika penurunan BBM non subsidi tidak bisa dilakukan secara langsung. Sebab, pemerintah harus memikirkan keuangan dan kesepakatan dari badan usaha.

Beberapa perusaahan sudah melakukan impor minyak ketika harga sedang ada di titik tertinggi. Sebab, pemerintah harus menunggu pembelian minyak baru pada bulan depan.

"Begini, mereka kan sudah impor pake harga lama. Kan harga minyaknya baru turun sekarang. Nah yang beli sekarang mungkin untuk dijual bulan depan atau kapan," ucapnya.

 Baca Juga: Harga Pertamax Naik Rp900 Jadi Rp10.400/Liter

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Syahrial Mukhtar mengatakan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti harga pasar. Itu artinya, ketika harga minyak mentah anjlok, akan ada penyesuaian dengan harga jual BBM non subsidi. Tapi Syahrial menegaskan bahwa harga BBM non subsidi tidak bisa langsung turun seketika.

"Jadi harga nonsubsidi itu tidak usah disuruh pun pasti akan sesuaikan market, hanya responsnya kan tidak langsung serta-merta. Harga minyak turun ini kan baru, sementara yang kami produksi BBM-nya bukan crude hari ini, jadi tetap ada lag time, tidak otomatis," ujarnya beberapa waktu lalu.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini