nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Realisasi Kontrak Baru Wijaya Karya Capai 55,58%

Senin 10 Desember 2018 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 10 278 1989113 realisasi-kontrak-baru-wijaya-karya-capai-55-58-1FreVxQLPt.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Hingga akhir November kemarin, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sudah mengantongi nilai kontrak baru mencapai Rp32,24 triliun. Dimana nilai kontrak ini masih jauh atau baru mencapai 55,58% dari target yang dipatok perusahaan sepanjang tahun ini yang nilainya mencapai Rp58 triliun.

Meski masih jauh dari target, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Puspita Anggraeni mengatakan, dari total nilai kontrak ini secara year to date masih tumbuh 20% lebih tinggi dibanding dengan perolehan perusahaan di periode yang sama tahun lalu atau naik Rp5,7 triliun.”Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi segmen infrastruktur dan gedung serta properti yang tumbuh signifikan di bulan ini," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (10/12/2018).

Baca Juga: 311 Tukang Bangunan RI Garap Proyek di Malaysia hingga Aljazair

Proyek-proyek yang berhasil diraih perusahaan hingga November 2018 antara lain pembangunan Bendungan Sadawarna Paket 1 yang nilainya sebesar Rp617,48 miliar, bendungan Randu Gunting Jawa Tengah sebesar Rp550 miliar, pembangunan 6 ruas tol dalam kota sebesar Rp549,58 miliar dan pembangunan pabrik pupuk amonium nitrat (KAN) sebesar Rp441,60 miliar. Dari total nilai kontrak baru ini, segmen infrastruktur dan gedung menyumbang kontribusi paling besar dengan nilai totalnya mencapai Rp26,17 triliun. Diikuti segmen industri dengan kontribusi senilai Rp1,78 triliun serta segmen energi dan industrial plant sebesar Rp1,67 triliun.

Berdasarkan project owner, mayoritas kontrak baru ini berasal dari sektor private yaitu sebesar 52,57%, dilanjutkan sinergi BUMN sebesar 26,33% dan pemerintah sebesar 21,11%.”Kami meyakini bahwa sejumlah proyek dari sektor infrastruktur akan berhasil diraih pada akhir Desember 2018, sehingga target kontrak baru tahun 2018 dapat tercapai,"tandasnya.

grafik

Tahun depan, WIKA membidik kontrak baru sebesar Rp70 triliun. Dimana target tersebut akan mengandalkan kontrak bernilai besar seperti pembangunan MRT dan LRT. “Tahun depan targetnya Rp70 triliun tapi akan kami konfirmasi lagi nilainya di akhir tahun,”kata Direktur Wijaya Karya, Antonius NS Kosasih.

Pada tahun depan, lanjut Antonius NS Kosasih, perseroan masih akan mengerjakan beberapa proyek jumbo seperti pembangunan Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) tahap dua. Keduanya akan berkontribusi besar pada perolehan kontrak emiten pelat merah tersebut. Sementara untuk target kontrak hingga akhir tahun ini, perseroan optimistis kontrak dapat mencapai Rp58 triliun. Padahal, hingga Oktober 2018 perseroan baru membukukan sebesar Rp28,51 triliun.”Kami masih optimistis tercapai karena masih banyak kontrak yang akan kami dapat mulai akhir November sampai pekan ketiga Desember 2018 ini," ujarnya.

Baca Juga: Wijaya Karya Kantongi Kontrak Baru Rp25,3 Triliun Setara 43%

Antonius mengungkapkan, perseroan telah mengantongi kontrak sebesar Rp28,51 triliun per Oktober 2018 atau hanya 49,07% dari target kontrak perseroan. Pada awal tahun ini, WIKA menyampaikan akan mengincar kontrak sebesar Rp58,11 triliun. Dengan asumsi tambahan kontrak tersebut, Wijaya Karya memprediksi pendapatan dan laba bersih perseroan pada tahun depan dapat tumbuh pada kisaran 20%.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini