nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musim Liburan, Inflasi Desember 2018 Diprediksi Sebesar 0,5%-0,7%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 10:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 02 20 1998813 musim-liburan-inflasi-desember-2018-diprediksi-sebesar-0-5-0-7-L5TfiyzRBy.jpg Liburan di Ancol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Konsumen (IHK) di Desember 2018 diproyeksi akan mengalami inflasi yang cukup besar. Hal ini didorong faktor musiman seperti liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2019.

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam memprediksikan, inflasi Desember 2018 akan berkisar 0,5%-0,7%. Adapun secara tahunan akan sekitar 3,1%-3,2% yoy.

Baca Juga: Menanti Data Inflasi Sepanjang 2018

"Inflasi Desember diperkirakan mengikuti pola tahun-tahun yang lalu, meningkat dibanding bulan November karena adanya Natal dan Tahun Baru," ujarnya kepada Okezone, Rabu (2/1/2019).

Piter menyatakan, sektor utama yang mendorong inflasi yakni komoditas pangan, transportasi, komunikasi, serta jasa keuangan, yang memang konsumsi masyarakat meningkat pada momentum Natal dan Tahun Baru.

"Pangan utamanya disumbang inflasi beras, ikan segar, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, tomat, cabai rawit, wortel," kata dia.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Bhima Bhima Yudhistira memproyeksikan, inflasi Desember 2018 berkisar 0,35%-0,55%. Senada, faktornya secara musiman memang ada kenaikan permintaan baik di bahan makanan, makanan jadi dan komponen transportasi.

"Pengeluaran masyarakat cenderung naik ditambah dengan realisasi belanja pemerintah akhir tahun," katanya.

Baca Juga: Harga BBM, Tarif Listrik dan Inflasi 2019

Adapun di sisi transportasi kenaikan bahan bakar pesawat atau avtur pada akhirnya beimbas pada kenaikan harga tiket pesawat.

"Sehingga total inflasi di 2018 sebesar 2,8%-3,1%, ada di kisaran itu," pungkasnya.

Adapun proyeksi inflasi di sepanjang tahun 2018 yang berkisar 3,1%-3,2% tersebut masih berada di bawah sasaran Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yang sebesar 3,5%.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini