nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menko Darmin ke Pelaku Pasar Modal: Mari Awali 2019 dengan Semangat

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 02 Januari 2019 11:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 02 278 1998834 menko-darmin-ke-pelaku-pasar-modal-mari-awali-2019-dengan-semangat-Dx5fjn75Pc.png Pembukaan Perdagangan Saham 2019 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution membuka perdagangan saham 2018 di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini. Mengawali perdagangan pada hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204.

Dalam sambutannya, Menko Darmin mengaku optimis menyambut tahun baru ini. Apalagi pada pembukaan perdagangan 2019, IHSG mengalami penguatan meskipun angkanya tipis.

"Mari sama-sama mengawali tahun 2019 dengan penuh semangat dan optimisme. Bahwa tahun ini akan lebih baik Insya Allah dari tahun 2018" ujarnya dalam acara pembukaan perdagangan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Baca Juga: Bos OJK Minta BEI Tidak Berikan Hak Istimewa pada Emiten "Gajah"

Menurut Darmin, optimisme tersebut bukannya tanpa alasan. Sebab menurutnya, pada tahun 2019 ini seluruh indikator ekonomi global mengarah ke arah yang lebih baik.

Hal tersebut berbeda dengan kondisi ekonomi pada tahun 2018 yang kalau. Ketika itu, kondisi ekonomi Indonesia banyak mendapatkan guncangan dari ekonomi global.

"Satu yang membanggakan kita bisa melewati 2018 dengan baik. Ekonomi jelas menunjukkan daya tahannya. Terhadap gejolak yang terjadi di dunia internasional," ucap Darmin.

Sebagai salah satu contohnya adalah adanya perubahan kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan juga Bank Sentral AS The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate).

Belum lagi lanjut Darmin, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina yang terus berlanjut hingga akhir tahun. Adanya perang dagang sangat mempengaruhi perdagangan internasional.

Baca Juga: BEI Ucapkan Duka Atas Tsunami di Banten dan Lampung

Di sisi lain ada juga koreksi terhadap beberapa harga komoditas dunia termasuk salah satunya adalah sawit. Tentunya hal tersebut sangat berpengaruh mengingat Indonesia menjadi salah satu negara terbesar yang memproduksi sawit.

"Kemudian juga terlihat pararel yang dialami pasar modal kita. Itu modal yang cukup baik untuk optimis. Karena kalau cuma sekedar optimis tidak elok. Dasarnya kita melalui 2018 dengan baik," jelasnya.

Namun menurutnya, hal tersebut mulai membaik pada tahun 2019 ini. Teh Fed sendiri hanya akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali saja, sedangkan penerang dagang juga mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

"Agak lenggang pada saat pertemuan di Argentina. Tapi saat hari kemudian kita dikejutkan lagi dengan hal yang ini benar atau enggak perang dagang akan mereda. Hari-hari ini mendengar kalau presiden Tiongkok sudah melakukan langkah-langkah untuk mencapai percepatan," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini