nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Program Terbang Sepuasnya Sriwijaya Air Tuai Protes, Ini Ceritanya

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 19:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 320 2004378 program-terbang-sepuasnya-sriwijaya-air-tuai-protes-ini-ceritanya-SLPYJhucoZ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Setelah penumpang pesawat maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) harus merogoh kantong lebih dalam jika membawa bagasi. Kini ada masalah baru terkait Sriwijaya Air Travel Pass.

Seperti diketahui, Sriwijaya Air Travel Pass adalah program terbang sepuasnya selama setahun dari maskapai Sriwijaya Air. Penumpang yang memiliki member cukup membayar Rp12 juta per orang dan mereka bebas terbang kemana saja selama setahun.

 Baca Juga: Ambil Alih Operasional Sriwijaya Air, Garuda Bidik 51% Market Share Pasar Domestik

Salah satu member Sriwijaya Air Travel Pass (SJTP) Maya Sayekti mengatakan, permasalahan Sriwijaya Travel Pass ketika program itu hampir tidak bisa dinikmati sama sekali oleh semua member. Di mana member pengguna Sriwijaya Travel Pass mulai mengalami kesulitan sekitar pada Oktober dan program tersebut diluncurkan pada April 2018.

"Pendaftaran program itu mulai April sampai Juni 2018. Lalu Oktober ada pembatasan seat atau kursi beberapa jenis penerbangan seperti hanya 75, 35 dan 15 kursi tergantung tipe pesawat untuk kita (member)," ujarnya di Jakarta, Senin (14/1/2019).

 

Dia menjelaskan member berusaha mengerti dengan pembatasan kursi tersebut. Namun Sriwijaya malah menyulitkan member untuk mendapatkan tiket. Seperti setiap kali booking sudah sold out atau sudah habis.

"Kita langsung konsultasi ke Customer Service (CS) Sriwijaya dan mendatangi kantornya langsung. Dan kita tidak mendapatkan jawaban sama sekali yang sampai saat ini masih berjalan," kisahnya.

 Baca Juga: Penerbangan Pesawat Sriwijaya Air Delay karena Bau dari 3 Ton Durian

Dia menjelaskan, program SJTP itu hanya berlaku kepada lima member yang akan terbang di hari juga. Itu terbukti ketika para member memesan tiket enam orang, tapi hanya lima orang yang mendapatkan tiket dan bisa flight (terbang).

"Jadi kita punya asumsi bahwa member dibatasi 5 orang saja. Kita tanyakan kepada pihak Sriwijaya tidak punya jawaban. Di mana hal itu, tidak ada pemberitahuan atau perubahan terlebih dahulu," ungkapnya.

Maka itu, lanjut dia, para member berharap agar ada penyelesaian terkait program SJTP tersebut. Pasalnya hak-hak dari member banyak yang tidak dipenuhi sesuai dengan kesepakatan awal. Di mana, ada 14.000 member SJTP di seluruh Indonesia.

"Kami (member) ingin peraturan program SJTP diberlakukan secara semula seperti tidak adanya pembatasan kursi. Dan kami tidak menuntut untuk ganti rugi berupa uang. Tapi hak-hak member harus dilakukan," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini