Menko Darmin Cs Rapat Pendidikan Vokasi, Ini Hasilnya

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Januari 2019 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 15 320 2004926 menko-darmin-cs-rapat-pendidikan-vokasi-ini-hasilnya-ZYHpyfuCbz.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah melakukan konsolidasi pendidikan vokasi antar kementerian. Hal ini untuk memetakan kekuatan lembaga pendidikan di setiap kementerian.

Hal itu berdasarkan rapat koordinasi Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Menteri, dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam membahas implementasi roadmap vokasi.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, dalam rapat tersebut masing-masing kementerian melakukan pemetaan kekuatan dalam pendidikan vokasi yang dimiliki.

"Ini dikonsolidasikan semua sektor prioritasnya, profesi unggulan, dan sisi kewilayahan, itu seperti apa?," kata dia di Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

 Baca Juga: Menko Darmin Akui 58% Pekerja di Indonesia Tamatan SMP

Dia menjelaskan, pemetaan lembaga pendidikan pada kementerian dimkasudkan melengkapi peta jalan pendidikan vokasi yag akan diterbitkan pemerintah.

"Nanti kalau roadmap jadi, contoh kejuruan kalau dibalai pelatihan kerja, atau progam studi kalau di pendidikan tinggi. Mana sih yang masih akan terus dilaksanakan mana yang harus likuidasi, serayang harus disesuaikan. Jangan sampai kita didik orang, setelah keluar itu tidak dipakai di dunia kerja karena sudah tidak relevan program studinya atau kejuruannya," papar dia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menambahkan, untuk dilingkungannya akan didorong peningkatan beberapa program studi di sektor kesehatan yang memang diperlukan namun minim peminat.

"Kita akan coba mana yang kurang akan ditingkatkan. Misalnya ahli temu wicara, ahli membuat prostesa, kaki palsu dan sebagainya, itu kan minatnya sedikit padahal diperlukan. Itu kita coba tingkatkan," jelasnya.

 Baca Juga: Rapat Bareng Sri Mulyani hingga Darmin, Menko Luhut Bahas Pendidikan Vokasi

Menristekdikti Mohamad Nasir menyatakan, di tingkat perguruan tinggi, implementasi pendidikan vokasi nantinya bukan hanya tenaga pengajar dari akademisi saja, namun juga dari tenaga ahli industri.

"Kami siapkan regulasi supaya pengajaran dan pendidikan vokasi tidak lagi hanya di kelas saja, tapi dengan industri yang terkait. Makannya dosen itu 50% dari akademisi, 50% dari industri, itu penting. Syaratnya dia punya kompetensi dari industri," jelas dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini