JAKARTA - Pemerintah mengingatkan agar keluarga penerima manfaat (KPM) menggunakan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) sesuai dengan ketentuan.
Setidaknya terdapat tiga prioritas penggunaan PKH, yakni pendidikan anak, kesehatan-gizi anak, dan peningkatan perekonomian keluarga.
“Yang paling penting mengambil dana PKH itu diatur. Jangan sampai tergesa-gesa mengambil dan dipakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Hati-hati,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kemarin.
Baca Juga: Jokowi Ingin Seluruh Keluarga Miskin Menerima PKH pada 2020
Jokowi mengatakan pendidikan untuk anak memang harus diprioritaskan. Hal inilah yang membuat salah satu komponen besaran PKH adalah keberadaan anak sekolah dalam KPM.
Misalnya saja untuk SD/sederajat Rp900.000, SMP/sederajat Rp1.500.000, SMA/sederajat Rp2.000.000.
“Kepentingan anak-anak kita untuk bersekolah mendapatkan pendidikan itu harus dinomorsatukan. Karena dengan itulah nanti anak-anak kita bisa melebihi kita,” pesan Presiden kepada 1.500 KPM dari Kecamatan Karangpawitan dan Garut Kota.
Baca Juga: Jokowi Naikkan Dana PKH Dua Kali Lipat di 2019
Dia menambahkan bahwa prioritas lain adalah menjaga kesehatan dan gizi anak Indonesia. Dalam hal ini pemerintah pun menambahkan dua komponen dalam pemberian ban sos PKH, yakni ibu hamil Rp2.400.000 dan anak usia dini v0-6 tahun Rp2.400.000.
“Negara ini membutuhkan anakanak yang pintar, negara ini membutuhkan anak-anak yang cerdas, negara ini membutuhkan anak-anak yang se hat,” ucapnya.
Selain itu Presiden berharap dana bantuan PKH dapat di manfaatkan untuk meningkat kan perekonomian keluarga. Hal ini bisa dilakukan dengan berwirausaha di rumah masing-masing.
“Tadi dipakai misalnya untuk modal jualan kelontong di rumahnya, dipakai untuk jualan nasi uduk di rumahnya. Engga apa karena itu akan lebih lestari dan memberikan manfaat yang rutin kepada keluarga kita,” ujarnya.
Baca Juga: 2,06 Juta Jiwa Lepas dari Kemiskinan
Jokowi mengatakan, pemerintah terus meningkatkan anggaran untuk PKH. Dia berharap peningkatan ini mampu mengurangi ketimpangan dan kemiskinan di Indonesia.
“Negara sekarang ini sedang berperang dengan kesenjangan dan ketimpangan. PKH ini kita harapkan nanti akan mengurangi itu sehingga kita ha rapkan keluarga-keluarga pra sejahtera semakin hari semakin tidak ada karena keluarga sudah bisa mandiri dan anak-anaknya juga sudah sekolah semua,” ujarnya.