nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerbang Tol Cikarang Utama Dibongkar Mei, Macet Bisa Teratasi?

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 07 Februari 2019 11:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 320 2014754 gerbang-tol-cikarang-utama-dibongkar-mei-macet-bisa-teratasi-QlujWtZth6.jpg Ilustrasi: Foto Antara

BEKASI – PT Jasa Marga bakal membongkar Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi, Mei mendatang. Setelah tidak difungsikan, gerbang tol akan dipindahkan ke kilometer (KM) 70 dan 69.

Pemindahan ke KM 70, Cikampek, Jawa Barat, untuk akses menuju Tol Trans Jawa dan KM 69 di Sadang, Purwakarta, untuk akses menuju Tol Purbaleunyi hingga Bandung.

“Jadi, Gerbang Tol Cikarang Utama akan kami relokasi ke sana,” ujar General Manajer PT Jasa Marga Cabang Tol Jakarta- Cikampek Raddy R Lukman, kemarin.

 Baca Juga: Jasa Marga Pindahkan Gerbang Tol Cikarang Utama ke Cikampek dan Sadang

Saat ini progresnya sudah mulai pengecekan tanah di KM 70 untuk pembangunan gerbang tol tersebut. “Targetnya sebelum arus mudik Lebaran tahun ini bisa direalisasikan dan Gerbang Tol Cikarang Utama tidak difungsikan,” katanya.

Menurut dia, pemindahan ini harus dilakukan karena keberadaan Gerbang Tol Cikarang Utama sudah tidak ideal dan mengkhawatirkan akibat pembangunan Tol Jakarta-Cikampek Elevated yang memakan lajur di Gerbang Tol Cikarang Utama.

Gardu operasi awalnya ada 31, kini hanya menyisakan 24 gardu sehingga tidak akan mampu menampung kendaraan pada arus mudik maupun balik. Gerbang Tol Cikarang Utama juga menjadi penyebab macet nya arus lalu lintas di gerbang tol itu pada jam-jam sibuk.

Ditambah lagi proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated di belakang gerbang keluar Cikarang Utama berdampak terjadinya penyempitan lajur (bottleneck) selepas transaksi pembayaran tol. Masalah lainnya kapasitas transaksi di Gerbang Tol Cikarang Utama saat ini tidak bisa ditingkatkan karena keterbatasan lahan.

 Baca Juga: Gerbang Tol Cikarang Utama Dipindah, Jasa Marga: Sebelum Lebaran Sudah Bisa Transaksi

Sementara beban transaksi untuk arus lalu lintas menuju Tol Trans Jawa maupun Tol Purbaleunyi semakin menumpuk di Gerbang Tol Cikarang Utama.

“Dengan dipindah ke KM 70 dan 69 dapat memecah bebannya karena arah Tol Purbaleunyi bebannya mencapai 35% di Cikarang Utama,” ujar Raddy.

Relokasi Gerbang Tol Cikarang Utama ke KM 70 dan 69 otomatis mengubah sistem transaksi di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek menggunakan sistem transaksi terbuka seluruhnya. Itu bisa mengurangi frekuensi berhentinya kendaraan di gerbang tol yang tadinya dua kali menjadi satu kali. “Ini merupakan salah satu pemecah kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek,” ucapnya.

Kasubbag Humas PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Hendra Damanik mengatakan, pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama ditargetkan selesai pada awal Mei 2019 atau sebelum arus mudik maupun balik Lebaran. “Sehingga tidak mengganggu saat arus mudik dan balik,” ujarnya.

Pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama memang harus dilakukan secepatnya. Sebab keberadaan gerbang tol itu sudah tidak ideal karena adanya proyek Tol Jakarta-Cikampek Elevated. Jika tak direlokasi, Gerbang Tol Cikarang Utama bakal menim bul kan antrean panjang. Untuk masalah tarif di gerbang tol akan diatur kembali oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Upaya relokasi Gerbang Tol Cikarang Utama bisa memecah beban arus kendaraan yang menuju Tol Purbaleunyi dan menuju Tol Trans Jawa yang selama ini bertumpu di Gerbang Tol Cikarang Utama.

Menurut Hendra, keberadaan Gerbang Tol Cikarang Utama tidak sepenuhnya dibongkar melainkan hanya bagian tengah gerbang akan dirapikan untuk jalan tol. Sedangkan bagian pinggir gerbang tetap ada untuk isi ulang kartu elektronik transaksi tol.

Jumlah kendaraan yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek berkisar 65.000-75.000 unit per hari. Jumlah itu berda sar kan kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikarang Utama yang terbagi dalam tiga shift.

Shift pertama mulai pukul 06.00-14.00 WIB sekitar 25.000-30.000 unit, shift kedua mulai pukul 14.00-21.00 WIB sebanyak 25.000-26.000 unit, dan shift ketiga 21.00-06.00 WIB sekitar 15.000-20.000 arah menuju Cikampek maupun sebaliknya.

Di Gerbang Tol Cikarang Utama terdapat 34 gardu pintu keluar dan masuk. Untuk arah Cikampek 14 gardu dan 20 gardu arah Jakarta. Relokasi Gerbang Tol Cikarang Utama de ngan memisah gerbang keluar dan masuk di KM 70 dan 69 akan membantu mengurai kepadatan kendaraan.

“Masing-masing gerbang akan memiliki 15 gardu dan dapat ditambah menjadi masing-masing 21 gardu. Masih bisa berubah karena menunggu proses pembangunan berlangsung,” kata Hendra.

Pengamat transportasi Universitas Trisakti Yayat Supriatna menyambut baik pemindahan gerbang tol Cikarang Utama. Efeknya dapat menambah kecepatan kendaraan sekitar 30%.

“Ini sangat baik. Coba lihat dengan pergeseran ini akan mengurangi kemacetan,” katanya.

Menurut dia, gerbang tol Cikarang Utama mengalami bottleneck. Terlihat dari ada empat tiang pancang yang membuat ruas jalan mengalami kemacetan parah. Relokasi gerbang tol sudah sepatutnya demi memperlancar jalan tol Jakarta-Cikampek. Terlebih nanti pemindahan gerbang tol akan memisahkan ruas jalan tol menuju Cipali dan Purbaleunyi.

“Dengan demikian, tol Jakarta-Cikampek tidak lagi macet,” ucapnya.

Tol Cikampek sebenarnya lebih didominasi pengguna jalan trek pendek. Kondisi ini tak efektif bila menggunakan trek jauh. “Karena menjadi pintu masuk Jawa saja, makanya padat. Perlu ada pemisahan. Kalau digabungin semuanya ke Cikarang Utama dari Bandung dan Palimanan, tentunya akan padat di gerbang tol itu,” ujar Yayat. (Abdullah M Surjaya/Yan Yusuf)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini