
“Pertumbuhan penumpang tahun ini saya lihat maskapai sedang konsolidasi. Tapi, kami masih memantau terus, mudah-mudahan kondisi lalu lintas penumpang ini membaik,” kata Awaluddin. Sebagai informasi, realisasi lalu lintas penumpang di 16 bandara kelolaan AP II pada tahun lalu sebanyak 113 juta orang atau tumbuh sekitar 8% ketimbang tahun 2017. Sedangkan pertumbuhan lalu lintas pesawat sepanjang 2018 tercatat 5% dibandingkan tahun 2017.
Di sisi lain, Dirjen Perhubungan Udara Polana mengaku telah memfasilitasi keluhan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) soal tingginya tarif kargo yang diterapkan maskapai di Tanah Air. Polana mengatakan pemerintah tidak mengatur hal-hal berkaitan dengan tarif jasa kargo udara. “Kami sudah meluruskan ini kepada kalangan usaha Asperindo dan memfasilitasi mereka dengan badan usaha angkutan udara terkait. Bisnis penerbangan ini cepat dan dinamis, jadi banyak hal harus dijaga sehingga kita perlu menjaga suasana tetap kondusif,” ungkapnya.
Polana menambahkan, Asperindo bersama Badan Usaha Angkutan Udara (maskapai) telah sepakat membangun industri penerbangan berkelanjutan dalam meningkatkan daya saing global maupun regional. “Asperindo menganggap sudah tak ada lagi kesalahpahaman, sudah ada solusi dari masing-masing pihak,” ujarnya.
(Ichsan Amin)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.