nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bea Masuk Impor Etil Alkohol dari Pakistan 0%, Mendag: Itu untuk Industri

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 17:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 11 320 2016433 bea-masuk-impor-etil-alkohol-dari-pakistan-0-mendag-itu-untuk-industri-prTygm0KS9.jpg Foto: Mendag (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyelenggarakan rapat kerja dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pembahasan mengenai terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) tentang ratifikasi kesepakatan perdagangan dengan Pakistan atau Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA).

Perpres tersebut diterbitkan sebab DPR tidak kunjung memprosesnya, sehingga melampaui tenggat pengajuan yang selama 60 hari.

Komisi VII pun menyoroti salah satu isi dalam kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan, yakni pengenaan bea masuk sebesar 0% pada etil alkohol dari Pakistan. Lantaran, kebijakan itu dinilai akan semakin mempermudah impor minuman alkohol ke dalam negeri.

 Baca Juga: Hampir 100 Orang Tewas Akibat Alkohol Oplosan di India

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membantah jika kerjasama itu akan mempermudah impor alkohol ke Tanah Air. Dia memastikan, impor etil alkohol dari Pakistan itu untuk kebutuhan bahan baku industri bukan untuk minuman.

"Saya klarifikasi, bahwa yang diberikan bea masuk 0% itu etil alkohol sebagai bahan baku industri untuk sabun, kosmestik, obat, dan sebagainya," jelas dia di Ruang Rapat Komisi VII, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Disisi lain, masih ada sejumlah syarat lainnya yang harus dipenuhi Pakistan untuk melakukan ekspor etil alkohol ke Indonesia. Dengan demikian, impor etil alkohol masih terdapat batasan dan dikontrol oleh pemerintah.

"Jadi kita masih berlakukan persyaratan seperti rekomendasi dan sebagainya. Serta impor minuman alkohol juga tetap terkendali dengan adanya cukai alkohol tetap 150%. Jadi ini tidak berarti ini kita memperlebar untuk minuman alkohol," ujarnya.

 Baca Juga: Produsen Minuman Alkohol Naikkan Target Penjualan 10% di 2019

Dia menjelaskan, impor etil alkohol ini memang diperlukan, mengingat kebutuhan alkohol untuk keperluan bahan baku industri masih belum bisa dipenuhi oleh produsen dalam negeri.

Selain itu, impor etil alkohol ini juga merupakan permintaan Pakistan sebab neraca perdagangannya dengan Indonesia mengalami defisit yang besar. Tercatat pada tahun 2017 saja, surplus perdagangan Indonesia pada Pakistan sebesar USD2,15 miliar.

"Pada saat kita mau terlambat saja tanda tangan ratifikasi Indonesia-Pakistan PTA, dia mau batalkan semua kerjasama dan mulai dari nol lagi. Itu artinya, kita bakal kehilangan seluruh market share ke Pakistan, padahal neraca perdagangan kita ke sana surplus," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini