nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Simplifikasi Aturan Ekspor Kendaraan Hemat Rp314 Miliar/Tahun

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 20:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 12 320 2017037 simplifikasi-aturan-ekspor-kendaraan-hemat-rp314-miliar-tahun-oy8muk6RR8.jpg Ekspor Kendaraan Jadi (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan penyederhanaan aturan ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi (completely built up/CBU). Simplifikasi aturan dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan eksportir.

Adapun dalam aturan baru, kemudahan yang diberikan yakni ekspor kendaraan bermotor CBU dapat dimasukkan ke kawasan pabean tempat pemuatan sebelum pengajuan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dan tidak memerlukan Nota Pelayanan Ekspor (NPE). Juga pembetulan jumlah dan jenis barang paling lambat dilakukan tiga hari sejak tanggal keberangkatan kapal.

Baca Juga: Tekan Defisit, Sri Mulyani Permudah Syarat Ekspor Kendaraan Jadi

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, berdasarkan studi yang dilakukan PT Astra Daihatsu Motor, penyederhanaan aturan ekspor itu dapat menurunkan average stock level sebesar 36%. Di mana dari 1.900 unit menjadi 1.200 unit per bulan.

"Selain itu, menurunkan kebutuhan truk untuk transportasi sebesar 19% per tahun, dari 26 unit menjadi 21 unit. Serta menurunkan biaya logistik hingga 10%, yang terdiri atas man hour, trucking cost, serta direct dan indirect materials," katanya dalam acara Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor CBU di Pelabuhan IKT, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2019).

Studi juga dilakukan Asosiasi Perusahaan Jalur Prioritas, di mana mekanisme ekspor baru ini, akan menekan biaya logistik terkait storage dan handling menjadi hemat sebesar Rp600 ribu per unit. Selain itu juga menghemat biaya trucking atau pengangkutan dengan truk sebesar Rp150 ribu per unit.

"Sehingga total penghematan biaya yang diperoleh Iima eksportir terbesar kendaraan CBU mencapai Rp314,4 miliar per tahun. Berarti keuntungan naik, pajak bisa bertambah," jelasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani hingga Menko Darmin Launching Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor

Disisi lain, dengan pengurangan penggunaan truk maka turut berdampak pada kemacetan yang semakin terurai, khususnya di wilayah Tankung Priuk. Selain itu, kerusakan jalan juga akan semakin berkurang.

"Jadi ini juga akan berikan implikasi yang positif," kayannya.

Dia juga menyatakan, dengan penyederhanaan aturan tersebut maka akan meningkatkan persaingan Indonesia yang lebih kompetitif. Sehingga diharapkan semakin berdampak positif untuk mendorong Indonesia jadi negara produsen kendaraan terbesar di Asia Tenggara.

"Kita juga berharap bisa di peringkat ke-12 besar dunia yang menjadi basis ekspor kendaraan ke seluruh dunia," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini