nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bank Tanah Bakal Ambil Tanah yang Ditelantarkan

Retno Tri Wardani, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 15:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 22 470 2021500 bank-tanah-bakal-ambil-tanah-yang-ditelantarkan-UtJRkxlcxR.png Foto: Instagram Kementerian ATR

JAKARTA - Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanahan Herman Khaeron mengatakan jika ada yang menentang terbentuknya bank tanah maka sesungguhnya dia tidak mengerti arti penting masa depan pembangunan Indonesia.

Hal tersebut dikatakan saat membuka acara Focus Group Discussion yang mengangkat tema "Mengkritisi RUU Pertanahan" di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Herman mengatakan prinsip keberadaan bank tanah untuk memaksimalkan pemanfaatan tanah-tanah yang ada. Sehingga, tidak ada lagi tanah menganggur yang tidak digunakan dan diterlantarkan.

"Bank tanah nanti bisa mengatur, tanah yang diterlantarkan akan diambil oleh bank tanah dan dapat digunakan untuk kepentingan rakyat," ujar Herman, dilansir dari postingan instagram Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Baca Juga: Luhut Sebut Tak Ada Lagi Kepemilkan Lahan Berlebih di Era Presiden Jokowi

Terkait RUU Pertanahan Herman mengatakan bahwa Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria harus dilengkapi dengan peraturan yang lebih spesialis yang mengatur perkembangan pertanahan saat ini.

"Sehingga harus segera dituntaskan karena banyak persoalan dan pertanyaan terkait permasalahan pertanahan yang harus dijawab," tegasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto mengatakan, bahwa setidaknya ada beberapa hal krusial yang menjadi pertimbangan dalam penyusunan RUU Pertanahan.

Baca Juga: Ramai soal HGU Prabowo, Begini Cara BPN Kurangi Penguasaan Tanah

Diantaranya One Map Policy for Single Land Registration System, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) menuju sistem positif, Pengendalian penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dan ruang mendukung ketertiban penggunaan

Serta pemanfaatan tata ruang dan tanah menuju Ekonomi Berkeadilan, Perubahan dan Penambahan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan untuk mendukung Perumahan berbasis Vertikal, Pembentukan Bank Tanah untuk penyediaan tanah untuk kepentingan umum, Pelaksanaan Reforma Agraria, serta Pembentukan Peradilan Pertanahan dan Penegakan Hukum.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini