nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Proyek Wika di Aljazair Bisa Kurangi Defisit Neraca Dagang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 20:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 27 470 2035823 sri-mulyani-proyek-wika-di-aljazair-bisa-kurangi-defisit-neraca-dagang-fZai4KZKDi.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai proyek pembangunan rumah bersubsidi oleh PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) di Aljazair akan menekan defisit neraca perdagangan dengan negara di benua Afrika tersebut.

Untuk diketahui, perusahaan pelat merah ini memiliki proyek pembangunan rumah sebanyak 3.950 unit di Aljazair. Terdiri dari 1.700 unit di Baraki dan El-Harrach, Kota Algier dan 2.250 unit di Ain Defla dan Khemis Miliana, Kota Blida.

Wika sendiri mendapatkan pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEl) atau Indonesia Eximbank sebesar Rp187,7 miliar untuk proyek tersebut.

Baca Juga: Bangun Perumahan di Aljazair, WIKA Dapat Modal Rp187,7 Miliar dari LPEI

Sri Mulyani menjelaskan, Aljazair merupakan salah satu mitra dagang Indonesia yang selalu tercatat defisit. Pasalnya, kinerja impor migas Indonesia sangat tinggi ke negara ini. Maka diharapkan, proyek Wika akan menjadi ekspor jasa yang menekan angka defisit neraca dagang.

"Aljazair adalah negara pengekspor minyak dan gas yang termasuk cukup penting di dunia, dan kita mengimpor dari Aljazair. Dengan adanya kegiatan ekspor jasa, termasuk kontruksi ini akan bisa mengurangi defisit transaksi perdagangan Indonesia dengan Aljazair," ujarnya ditemui di Kantor Indonesia Eximbank, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, di 2018 defisit neraca dagang dengan Aljazair sebesar USD172 juta atau setara dengan Rp2,4 triliun. Di mana, Indonesia melakukan ekspor sebesar USD199 atau setara dengan Rp2,7 triliun dan melakukan impor sebesar USD372 juta atau setara dengan Rp5,2 triliun.

Baca Juga: Wika Beton Bagi Dividen Rp17,5 per Saham

Maka menurut Bendahara Negara itu, dengan mendorong kinerja ekspor jasa, menekankan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan kepada pelaku usaha yang ingin bersaing di kancah internasional. Salah satunya dengan memberikan fasilitas pembiayaan dana melalui Indonesia Eximbank.

"Ini salah satu bentuk pelaksanaan (pembiayaan) yang disebut National Interset Account (NIA). Suatu misi untuk melalukan peningkatan kapasitas dari perekonomian dan industri kita untuk bisa menembus pasar internasional," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini