nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WIKA Incar Proyek di Luar Negeri, Nilainya Rp10 Triliun

Kamis 28 Maret 2019 12:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 28 278 2036077 wika-incar-proyek-di-luar-negeri-nilainya-rp10-triliun-2WYu8MP52s.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Kejar pertumbuhan pasar di luar negeri, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) akan terus agresif membidik proyek-proyek di luar negeri. Bahkan perusahaan konstruksi plat merah ini menargetkan pendapatan atas proyek offshore sebesar Rp10 triliun pada 2019.

Direktur Operasi III Wijaya Karya Destiawan Soewardjono menargetkan, hal tersebut atas proyek WIKA di 9 negara. ”Orderbook kurang lebih Rp7 triliun, harapannya tahun ini bisa Rp10 triliun, tapi cita-cita saya bisa USD1 miliar sampai akhir tahun,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (28/3/2019),

Adapun, proyek offshore yang digarap oleh WIKA di antaranya adalah pada April 2019, berhasil memenangkan tender untuk pengerjaan proyek pembangunan jembatan di Sarawak, Malaysia bersama dengan mitra setempat.“Serawak itu ada jembatan, kami sudah on going ada jembatan, dan kami yang terendah [menang tender] diharapkan bisa menjadi kontrak pada April ini, dengan nilai kontrak Rp200 miliar,” kata Destiawan.

Baca Juga: Sri Mulyani: Proyek Wika di Aljazair Bisa Kurangi Defisit Neraca Dagang

Selain itu, WIKA mendapatkan proyek untuk pembangunan 1.700 dan 2.250 unit logement di Aljazair dengan nilai kontrak USD100 juta atau sekitar Rp1 triliun. Lebih lanjut, emiten berkode saham WIKA tersebut juga mendapatkan proyek pembangunan jaringan perkeretaapian di kawasan Afrika. Proyek tersebut dikerjakan bersama dengan PT INKA (Persero), dan PT Len Industri Persero dengan modal senilai Rp40 triliun. “Belum tau kita nilainya [pendapatan atas proyek], karena 1000 km itu tidak sekaligus di tender, jadi ada beberapa paket,” jelasnya.

Sementara itu, di Filipina, WIKA tengah memproses tender proyek mass rapit transportation (MRT) dan jalur kereta api di negara yang sama. Selain itu, perseroan mengungkapkan, bakal membagikan dividen sebesar 20%-30% atas perolehan laba bersih sepanjang tahun 2018. Direktur Utama Wijaya Karya, Tumiyana pernah bilang, WIKA hanya akan membagikan dividen sebesar 20%—30% atas laba bersih periode 2018.”Itu belum dapat beritanya berapa, tapi kisarannya 20%—30%, karena ekspansi besar dan investasi WIKA tahun ini hampir Rp18,9 triliun. Jadi kita perlu untuk penguatan balance sheet,”ungkapnya.

ihsg

Berdasarkan laporan keuangan 2018, WIKA tersebut membukukan laba bersih Rp1,73 triliun. Dengan hasil tersebut maka diperkirakan dividen yang akan dibagikan senilai Rp346 miliar hingga Rp519 miliar. Pada tahun sebelumnya, WIKA menebar dividen tunai 20% dari laba bersih periode 2017. WIKA menebar dividen tunai total Rp240,41 miliar atau Rp26,8 per saham.

Dengan demikian, WIKA menurunkan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Disebutkan, dividend payout ratio WIKA pada dalam tiga tahun sebelumnya yakni 20% pada 2014 dan 2015, serta 30% pada 2016. Kemudian target bisnis tahun ini, perseroan menargetkan perolehan kontrak baru berasal dari sektor swasta sebesar 29,73%, BUMN/BUMD sebesar 29,62%, investasi yang dilakukan perseroan sebesar 24,17%, dan pemerintah sebesar 16,48%. Dari situ, WIKA membidik penjualan Rp42,13 triliun dan laba bersih Rp3,01 triliun.

(kmj.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini