nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Alasan Pekerja Resign meski Gaji Besar

Minggu 31 Maret 2019 19:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 31 320 2037343 5-alasan-pekerja-resign-meski-gaji-besar-gYTrIszE9X.jpg Fotp: Resign (Corbis)

JAKARTA - Gaji besar tidak menjamin pekerjaan dan kehidupan yang nyaman. Sebagian orang berhenti dari perusahaan yang memberi upah jauh di atas rata-rata demi berkarier di tempat lain.

Padahal uang bisa menjadi salah satu alasan bekerja dan tanda prestasi dalam karir. Berikut beberapa alasan orang berhenti dari pekerjaan dengan gaji besar seperti dikutip Qerja, Minggu (31/3/2019).

 

1. Menginginkan Kebebasan

Salah satu hal yang harus dikorbankan demi gaji besar adalah keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Seseorang akan sulit mendapatkan waktu senggang untuk keluarga, bahkan untuk diri sendiri.

 Baca Juga: 3 Alasan Milenial Pilih Resign, dari Gaji hingga Ribetnya Birokrasi Kantor

Pekerjaan terus merongrong meski di hari libur. Maka, dengan meninggalkan pekerjaan bergaji besar, mereka berharap akan mendapat kebebasan.

Jika Anda berada dalam kondisi yang sama, cobalah bicara dulu dengan atasan sebelum memutuskan berhenti dari pekerjaan bergaji besar demi kebebasan. Anda bisa meminta kelonggaran jadwal, misalnya bekerja dari luar kantor sehari dalam sepekan.

Anda juga dapat membuat perjanjian untuk tidak dihubungi sama sekali pada hari libur –kecuali ada hal yang sangat mendesak. Jika semua negosiasi mentok, berarti keputusan berhenti kerja sangat beralasan.

 

2. Mengubah Prioritas Karier

Terkadang, kita menghadapi perubahan besar dalam hidup sehingga berpengaruh pada karier. Sebagai contoh, ketika kita menjadi orangtua, kehilangan pasangan, atau terserang penyakit. Kita akan berpikir untuk mengubah prioritas.

 Baca Juga: Banyak CEO Resign pada 2018, Simak Penyebabnya

Kita ingin menghabiskan waktu dengan keluarga daripada terjebak dalam pekerjaan bergaji besar yang menuntut waktu banyak. Bagi Anda yang mengalami perubahan besar dalam hidup pada titik ini, tinjau kembali tujuan karier dan prioritas.

Dulu, ketika kehidupan masih stabil, Anda mungkin punya keinginan besar untuk berkontribusi pada dunia dan industri yang digeluti. Tetapi, sekarang, kehadiran Anda mungkin lebih dibutuhkan oleh keluarga.

Maka, Anda bisa memilih pekerjaan lain yang masih bisa memberikan penghasilan untuk menopang keluarga, tetapi tidak merenggut terlalu banyak waktu dan pikiran.

3. Mengejar Passion

Pekerjaan yang menawarkan gaji besar belum tentu sesuai dengan passion kita sebenarnya. Mungkin, awalnya seseorang terjebak dalam pekerjaan ini, tetapi bisa menguasai diri sehingga sukses. Kini, meski telah menduduki posisi tinggi, mendapat bayaran besar, menjalani gaya hidup mewah, tetapi ia merasa ada semangat yang hilang saat menjalani rutinitas harian.

Melakukan pekerjaan yang tidak terlalu disukai lama-lama akan menguras energi. Anda akan merasa harus bekerja karena perlu membayar tagihan dan mempertahankan gaya hidup mewah. Seharusnya, Anda bisa memilih pekerjaan yang disukai sehingga akan selalu menyukai hari Senin. Pindah dari pekerjaan bergaji besar ke pekerjaan sesuai passion memang pertaruhan besar, tapi seiring waktu Anda akan mendapat imbalan setimpal dengan menjalankan pekerjaan yang dicintai.

4. Ingin Mengembangkan Keterampilan Kepemimpinan

Salah satu alasan utama orang berpindah kerja adalah karir yang mandek. Meskipun seseorang dibayar besar, tapi merasa tertekan karena tidak bisa naik jabatan akibat posisi di atas sudah terisi. Padahal, ia sangat ingin mengembangkan keterampilan sebagai pemimpin.

Sekali lagi, jalan keluar dari situasi ini bukan mengambil keputusan pindah kerja dengan gegabah. Anda bisa bicara dulu dengan atasan untuk memberikan kesempatan memimpin proyek atau menjadi mentor.

Jika Anda belum puas dengan solusi tersebut, baru bisa mempertimbangkan resign dari pekerjaan dengan gaji besar. Anda bisa berpindah ke perusahaan yang memberi kesempatan lebih besar untuk menjadi pemimpin, atau menjadi pengusaha dan langsung jadi bos.

 

5. Perubahan Budaya Kerja

Dinamika di kantor adalah hal yang lumrah terjadi. Perubahan sistem, hingga kedatangan bos baru terkadang bisa mengubah suasana kerja menjadi tak nyaman. Pada saat hal itu terjadi, gaji besar tidak ada artinya dibandingkan dengan keinginan mendapat kepuasan kerja.

Jika Anda mampu beradaptasi dengan budaya kerja yang baru, tentu hal ini tidak menjadi masalah. Kalau Anda punya cukup suara untuk mengubah keadaan, tentu tak perlu mengundurkan diri dari pekerjaan. Tetapi, bila Anda merasa batas kesabaran sudah habis untuk menghadapi budaya kerja baru yang tak nyaman, maka mulailah mencari peluang baru di luar.

Pada akhirnya, uang bukanlah segalanya. Untuk apa bertahan di pekerjaan yang memberikan gaji tinggi, tetapi tidak bahagia dalam hati? Tapi, apa pun keputusan Anda, pilihlah dengan bijak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini