nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Inflasi Maret 2019 Capai 0,11%

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 01 April 2019 11:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 01 20 2037649 bps-inflasi-maret-2019-capai-0-11-pPOaE3x7KC.jpeg Badan Pusat Statistik (Foto: Giri/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2019 terjadi inflasi sebesar 0,11% (month to month/mtm). Dengan ini maka angka inflasi tahunan kalender 2019 yakni 0,35%.

Sedangkan dibandingkan tahun lalu, angka inflasi tahun ini masih relatif rendah. Sebab inflasi pada tahun lalu adalah hanya 0,20%

"Inflasi Maret 2019 adalah 0,11% , lebih kecil dibandingkan inflasi Maret 2017," ujar Kepala BPS Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Kecuk menjelaskan, BPS telah melakukan pemantauan di 82 kota di Indonesia. Dari 82 kota tersebut, 51 kota inflasi sementara 31 kota deflasi.

Baca Juga: Inflasi Maret Diprediksi Tak Sampai 0,1%

"Menurut kota, tertinggi inflasi di Ambon 0,86%. Kalau ditelusuri ke dalam penyebab adalah tarif angkutan udara. Inflasi terendah Bekasi dan Tangerang 0,01%," ujarnya.

Sebelumnya, Ekonomi Indef Bhima Yudistira mengatakan, angka inflasi pada Maret diperkirakan berada di angka 0,05 hingga 0,1%. Angka inflasi ini masih dipengaruhi oleh bahan pangan yang mengalami kenaikan meskipun memang jumlahnya masih relatif kecil.

Menurut Bhima beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan seperti bawang merah hingga cabai. Sementara itu, komoditi pangan seperti daging ayam dan telur justru mengalami penurunan pada Maret 2019.

Memang tekanan pada bahan pangan ini masih belum terlalu besar. Justru dirinya memperkirakan pada April nanti baru akan signifikan dampaknya terhadap angka inflasi.

bps

"Tekanan dari sisi bahan makanan belum terlalu besar. Kemungkinan April jelang Ramadan baru menunjukkan kenaikan harga," jelasnya.

Sementara itu dari sisi konsumsi rumah tangga masih relatif stabil di level rendah. Dirinya memperkirakan konsumsi rumah tangga baru akan terdongkrak pada April mendatang seiring adanya Pemilihan Presiden, Pemilihan Umum dan bulan Ramadan.

"Inflasi inti juga diperkirakan bergerak rendah sebagai indikator belum terdorongnya konsumsi rumah tangga seiring faktor musiman. Saat pemilu dan jelang Ramadan baru nanti kita cek apakah konsumsi rumah tangga naik di atas ekspektasi dan mendorong inflasi (demand pull)," jelasnya.

Bhima menambahkan, bahwa harga barang-barang yang diatur pemerintah (administered prices) juga belum ada perubahan yang signifikan. Pasalnya, jelang pemilu dipastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik.

"Ini mendorong stabilnya inflasi harga yang diatur pemerintah," kata Bhima.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini