nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Banjir Sentani, Presiden Jokowi Minta Gunung Cycloop "Dihijaukan"

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 01 April 2019 14:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 01 320 2037768 pasca-banjir-sentani-presiden-jokowi-minta-gunung-cycloop-dihijaukan-Pk8IVkJRKe.jpg Foto: Jokowi Bertemu Pengungsi Banjir di Papua (Feby/Okezone)

JAYAPURA - Penyebab banjir bandang Sentani, salah satunya karena banyak pepohonan di Gunung Cycloop yang ditebang. Untuk itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan segera merehabilitasi dan menghijaukan kembali Gunung Cycloop.

Jokowi mengatakan, jangka pendek pada tahap pemulihan pasca banjir Sentani adalah penanganan pengungsi. Jadi, segala apapun terkait kebutuhan pengusi harus terus diberikan.

"Jangka panjang yang masih Cycloop itu harus direhabilitasi harus dihijaukan kembali harus ditanam kembali sehingga bencana kemarin datang tidak kembali lagi," ujarnya, di Jayapura, Senin (1/4/2019).

 Baca Juga: Lesehan dengan Pengungsi Banjir Sentani, Presiden Jokowi: Mereka Minta Rumah

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, aliran air yang dari Gunung Cycloop sudah tidak tertampung lagi oleh sungai seperti Dobokurung, Kemiri hingga Doyo Baru.

Untuk itu, PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) akan melebarkan sungai ditambah membuat sabo dam. Jadi, material seperti batu yang ikut terbawa aliran air dari gunung bisa tertahan dan tidak menimpa rumah warga seperti sekarang.

"Jadi ini kan (banjir bandang) batu-batu semua, pasir (terbawa), kita pendataan tapi airnya mengalir. Itu sabo dam dan tanggul-tanggulnya kita bikin. Kita lebarkan karena kalau melihat ini (nunjuk sungai) sudah menyempit). Sudah ada pemukiman, itu pasti juga harus diperbaiki," tuturnya.

 Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Rumah Warga di Sentani Direlokasi

Dia mengatakan, desain pembangunan ini akan selesai dalam waktu 1-2 bulan. Dirinya juga akan berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian LHK mengenai ekosistemnya seperti apa.

"Harus desain dulu. Lalu Pak BNPB pasti akan tentang ekosistemnya. Ini tidak mungkin terjadi kalau ekosistemnya tidak terganggu. Perbaikan ekosistem nanti di bawah koordinasi BNPB dan KLHK," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini