nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Sebut Inflasi April Dipicu Harga Bawang Putih

Jum'at 12 April 2019 17:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 12 20 2042649 bi-sebut-inflasi-april-dipicu-harga-bawang-putih-C79IE7k06s.jpg Foto: Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia memperkirakan terjadi peningkatan inflasi pada April 2019 yang sebagian besar dipicu kenaikan harga bawang merah, bawang putih, dan buah.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menjelaskan berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) di pekan kedua April 2019, terjadi inflasi pada bulan keempat ini sebesar 0,25% (month to month/mtm) sehingga inflasi tahunan sebesar 2,64% (year on year/yoy).

Laju inflasi hingga pekan kedua April 2019 itu lebih tinggi dibandingkan survei di pekan pertama yang menyebutkan inflasi April 2019 sebesar 0,21%.

 Baca Juga: Fakta-Fakta Inflasi Maret, Biang Keroknya Harga Tiket Pesawat

Begitu juga secara tahunan, inflasi April 2019 yang diperkirakan sebesar 2,64% (yoy), lebih besar daripada Maret 2019 yang sebesar 2,48% (yoy).

"Memang masih tinggi itu harga bawang-bawangan. (Harga) bawang merah secara bulanan naik 18% dibanding waktu April pekan pertama yang naik 15,5%. Bawang putih 21,6% secara bulanan, jadi cukup tinggi. Kemudian, buah tomat juga naik," ungkapnya seperti dilansir Antaranews, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Dengan demikian, salah satu sumber penyebab inflasi pada bulan keempat ini adalah komoditas dengan harga bergejolak (volatile foods) yang banyak bersumber dari bahan pangan.

 Baca Juga: BPS: Inflasi Gara-Gara Harga Tiket Pesawat Tak Wajar

Dengan perkiraan inflasi April 2019 sebesar 2,64%, Mirza memandang pergerakan harga konsumen masih terkendali. Sasaran inflasi yang diincar BI adalah 2,5-4,5% (yoy) untuk tahun ini.

"Kalau sekarang secara tahunan inflasi 2,64%, masih di batas sasaran BI. Tetapi, tidak apa, karena tahun depan kan sasaran inflasinya tiga persen plus minus satu persen. Kalau sekarang, kan 3,5% plus minus satu persen," ujar dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini