nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPS: Inflasi April 2019 Sebesar 0,44%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 11:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 02 20 2050506 bps-inflasi-april-2019-sebesar-0-44-gG2TAdyHE0.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi pada April 2019 sebesar 0,44% (month to month/mtm). Realisasi ini lebih tinggi dari inflasi di dua tahun sebelumnya, di mana pada April 2018 sebesar 0,10% dan di 2017 sebesar 0,09%.

Adapun inflasi tahun kalender Januari-April 2019 sebesar 0,80% (year to date/ytd). Sementara, inflasi tahunan April 2019 sebesar 2,83% (year on year/yoy).

"Secara umum di April mengalami kenaikan harga. Sehingga inflasi pada April 2019 sebesar 0,44%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Baca Juga: Inflasi April 2019 Diproyeksi Sebesar 0,32%

Pria yang akrab dipanggil Kecuk itu menjelaskan, BPS telah melakukan pemantauan di 82 kota di Indonesia. Dari 82 kota tersebut, sebanyak 77 kota mengalami inflasi sedangkan 5 kota mengalami deflasi.

Pantauan BPS menyebut, inflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 1,30% dan inflasi terendah di Pare-Pare sebesar 0,03%. Sebaliknya, deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,27% dan deflasi terendah di Maumere sebesar 0,04%.

"Jadi dengan inflasi April 2019 secara keseluruhan masih di bawah target pemerintah yang 3,5%, sehingga ini masih terkendali. Dengan catatan, perlu memperhatikan beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga," katanya.

bps

Sebelumnya, Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan inflasi April sebesar 0,32% mtm dan secara tahunan sebesar 2,71% yoy.

"Peningkatan laju inflasi itu ditopang oleh kenaikan laju inflasi harga bergejolak yang didorong oleh kenaikan beberapa harga komoditas pangan," ujarnya kepada Okezone.

Meski demikian, terdapat komoditas pangan yang mengalami tren penurunan harga. Di antaranya beras yang mengalami deflasi 0,95% mtm dan daging sapi yang deflasi sebesar 0,14% mtm.

"Di samping kenaikan laju inflasi harga bergejolak, inflasi juga didorong oleh kenaikan inflasi kelompok transportasi sejalan dengan perubahan tarif transportasi udara," jelasnya.

(kmj.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini