Perempuan Ini Mendadak Jadi Miliarder Gara-Gara IPO

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 21 320 2058304 perempuan-ini-mendadak-jadi-miliarder-gara-gara-ipo-SblOiPijy6.jpg Foto: Koran Sindo

Sejauh ini, Qian mendanai seluruh operasi perusahaannya melalui venture capital. Luckin Coffee menyatakan tren ini akan terus berlanjut karena mereka tidak berniat mengurungkan pembukaan toko baru dan peningkatan pemasaran. “Kami berencana memperkuat brand awareness, memperluas pelanggan dan jaringan toko, dan akan terus menanamkan modal untuk diskon,” ungkap Luckin Coffe. Berdasarkan PitchBook Data, Luckin Coffe telah menerima modal lebih dari USD700 juta sebelum melakukan IPO. IPO diprediksi akan kian membantu Luckin Coffe semakin berkembang karena mereka mendapatkan tambahan “amunisi”. Mereka berambisi menjadi kafe kopi terbesar di China dalam waktu dekat. Bisnis kopi di China tidak sebesar di Eropa.

Baca Juga: Miliki Rp413 Triliun, Dua Bersaudara Sri-Gopi Hinduja Terkaya di Inggris

Namun, China masih menjadi pasar yang potensial. Menurut Komisi Bursa Saham dan Sekuritas AS, konsumen kopi di China rata-rata hanya meminum enam cangkir kopi pada 2018. Bandingkan dengan Jepang yang mencapai 279 cangkir, AS 388 cangkir, dan Jerman 867 cangkir. Namun, Luckin Coffee berharap dapat meningkatkan popularitas minuman ketiga paling banyak dikonsumsi di dunia itu di China. Salah satunya dengan harga yang terjangkau. Menurut Frost & Sullivan, Luckin Coffee juga dapat menargetkan konsumen di Taiwan dan Hong Kong yang minum lebih dari 200 cangkir. Kepala Keuangan Luckin Coffee, Reinout Schakel, mengatakan perusahaannya ingin membantu warga China menikmati kopi tanpa menghambur-hamburkan uang. Investasi terbesar Luckin Coffee terletak pada teknologi yang digunakan dalam menghasilkan kopi yang berkualitas, menguntungkan, dan tidak mahal.

“Pasar kopi di China sedang mengalami pertumbuhan. Saya kira peluang bisnisnya besar. Kami ingin menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat,” kata Schakel, dilansir cnn.com. Di Chi na, dengan harga yang sangat mahal untuk sebuah minuman, kopi dianggap sebagai produk mewah. Menurut para konsumen, salah satu kelebihan Luckin Coffee dari Starbucks ialah harganya yang sangat terjangkau. “Harganya murah. Saya biasanya beli kopi di Starbucks harganya 40 yuan, tapi di Luckin Coffee setelah di potong diskon jadi 20 yuan. Harga merupakan pertimbangan pertama,” kata Terasa Wang.

(Muh Shamil)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini