nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos BI Ungkap Alasan Rupiah Menguat di Awal Juni

Senin 10 Juni 2019 14:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 10 20 2064955 bos-bi-ungkap-alasan-rupiah-menguat-di-awal-juni-M864C41rxI.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, pergerakan stabil nilai tukar rupiah pada awal pekan Juni 2019 menyusul kenaikan rating oleh lembaga pemeringkat S&P yang menaikkan peringkat utang Indonesia di atas level layak investasi atau investment grade pada pekan lalu.

S&P menaikkan peringkat pemerintah Indonesia ke BBB dengan alasan prospek pertumbuhan yang kuat dan kebijakan fiskal yang positif.

"Nilai tukar rupiah stabil dan cenderung menguat dengan kenaikan ratting S&P dua Knot kemarin. Kami melihat inflow akan semakin besar dan bawa rupiah stabil dan menguat seperti yang dilihat hari ini," ujar Perry di Gedung BI, Jakarta, Senin (10/6/2019).

 Baca Juga: Saat Indonesia Rayakan Lebaran, Ekonomi Dunia Tertekan

Selain sinergi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Keuangan. Investor cenderung menggunakan momentum kenaikan peringkat S&P untuk segera masuk ke pasar obligasi secepatnya. Kenaikan peringkat surat utang diyakini berpengaruh besar, sehingga obligasi Indonesia jadi menggiurkan.

Di sisi lain, The Fed bilang bahwa dalam waktu dekat akan memangkas suku bunga acuan, karena adanya kemungkinan perlambatan ekonomi di AS. Hal ini menjadi sentimen pendukung dari global terhadap pergerakan rupiah dalam pekan ini.

 Baca Juga: Rupiah Menguat Jelang Rilis Data Inflasi Ramadan

Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi perdagangan siang, Senin (10/6) melanjutkan tren pemulihan setelah libur panjang Lebaran 2019. Menurut Yahoo Finance, rupiah pada perdagangan sesi I berada di posisi Rp14.237/USD atau membaik dari posisi penutupan sebelumnya Rp14.270/USD. Rupiah menguat dengan pergerakan pada kisaran level Rp14.200 hingga Rp14.381/USD. (Sindonews)

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini