nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Bos Bulog Tolak Undangan Rapat Menteri

Bramantyo, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 14:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 21 320 2069191 cerita-bos-bulog-tolak-undangan-rapat-menteri-lD1dyGyqjf.jpg Foto: Panen Raya di Surakarta (Bulog)

SUKOHARJO - Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso, atau lebih dikenal Buwas, melakukan panen raya di Pabelan, Sukoharjo. Panen raya ini merupakan kerjasama on farm dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) di wilayah Surakarta.

Ada yang menarik saat Buwas memberi sambutan, yang dihadiri seluruh pimpinan UNS dan Kepala Dinas Pertanian Soloraya. Di mana, Buwas melemparkan candaan bila saat ini hanya dua yang bisa ditonjolkan Indonesia dibandingkan negara lain.

"Indonesia itu hebat segalanya apalagi soal pangan. Tapi sekarang yang muncul Indonesia itu, hebatnya cuma dua, tawuran sama ribut. Indonesia number one. Mungkin sekarang ini, China negara-negara lain unjuk rasanya niru Indonesia," papar Buwas yang disambut tepuk tangan para pejabat yang hadir dalam panen raya, Jumat (21/6/2019).

Tak heran, Buwas pun mengaku sangat miris melihat kondisi Indonesia saat ini. Apalagi di sektor pertanian. Dibandingkan negara lain, petani-petani Indonesia jauh dari sebutan gagah. Apalagi para petani untuk bisa hidup sejahtera itupun sulit dilakukan.

Baca Juga: Siapkan Beras Berkualitas, Bulog Incar 70% Pasar Bantuan Pangan Nontunai

"Semua yang hadiri di sini itu bisa tampil gagah-gagah dan pintar-pintar, termasuk saya. Kita bisa ‘urip’ (hidup) bisa pintar itu karena dari makan. Siapa yang memproduksi pangan, ya, pak tani. Tapi para petani kita sendiri itu malah tidak gagah-gagah seperti kita. Itu yang bikin saya miris sekali," ujar Buwas.

Kondisi seperti inilah yang membuat dirinya tak mau main-main bila sudah menyangkut para petani. Termasuk bila dirinya di marahi para petani, Buwas pun mengaku memilih tidak berbalik memarahi petani.

NU-Bulog Kerja Sama Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

"He pak Buwas, sampeyan itu Ojo galak-galak. Sampeyan itu bisa Urip karena petani. Makannya semua pejabat di sini itu mulai sekarang harus berpikir terbalik," terang Buwas.

Sikap berpihak pada para petani pun ditunjukan Buwas di hadapan Menteri. Menurut Buwas, seharusnya hari ini dirinya diundang rapat dadakan oleh Menteri.

Tanpa menyebut siapa menterinya, Buwas mengaku bila semalam dirinya langsung ditelepon Menteri untuk hadir dalam rapat yang digelar sekira pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Miliki 2,2 Juta Ton, Bulog: Stok Beras Lebaran Cukup

"Sebenarnya saya itu hari ini dipanggil Bu Menteri rapat dadakan. Tadi malam ditelepon sama Bu Menteri. Hari ini rapat jam 9. Saya jawab, 'Bu maaf, dari pada saya nanti dikepruki (dipukul) sama para tani. Lebih baik saya dimarahi ibu," ungkap Buwas yang mengaku melakukan hal serupa saat masih di BNN.

"Dulu juga di BNN masalah kehidupan. Karena kalau narkotika dibiarkan, habis generasi kita. Hari ini kalau pangan dibiarkan, selesai kita," paparnya.

Sementara itu panen perdana yang dilakukan Bulog dan UNS ini dilakukan dilahan seluas 2 hektare. Taksiran produktifitas on farm kemitraan ini sebanyak 7 ton/ha. Gabah kering panen hasil on farm tersebut di beli oleh Bulog seharga Rp4.070 perkilogram dan akan diolah di unit pengolahan Bulog Grogol.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini