Fokus Nyapres, Orang Terkaya di Taiwan Mundur dari Bos Foxconn

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 22 320 2069617 fokus-nyapres-orang-terkaya-di-taiwan-mundur-dari-bos-foxconn-rjbC9cxCcf.jpg Foto: Terry Gou (AFP)

JAKARTA - Pendiri sekaligus chairman Foxconn Terry Gou memutuskan mundur dari posisinya dan fokus menjadi calon presiden dalam pemilihan presiden (pilpres) Taiwan pada tahun depan.

Jabatan Terry Gou yang juga merupakan orang terkaya di Taiwan ini akan digantikan oleh Liu Yong yang menjabat sebagai GM Foxconn unit semikonduktor pada 1 Juli.

 Baca Juga: Orang Terkaya Taiwan Berambisi Jadi Presiden

Seperti dilansir Forbes, Sabtu (22/6/2019), saat ini Terry Gou memiliki kekayaan USD7,3 miliar atau setara Rp102,9 triliun (kurs Rp14.100 per USD.

Pengunduran diri Terry Gou sudah direstui para pemegang saham Foxconn saat RUPS pada Jumat 22 Juni 2019.

Langkah ini mengisyaratkan gaya manajemen baru di Foxconn ketika Terry Gou mengalihkan fokusnya untuk terjun ke politik, tetapi dia diharapkan untuk tetap memegang kendali dalam keputusan besar Foxconn.

Terry Gou mendirikan Foxconn yang bergerak di sektor manufaktur elektronik ini sejak 45 tahun yang lalu. Foxconn kini menjelma sebagai pemasok produk-produk seperti Apple dan merek-merek IT lainnya.

Presiden Yuanta-Polaris Research Institute, Liang Kuo Yan memperkirakan, partai oposisi akan mengumumkan pencalonan Terry Gou pada bulan depan untuk melawan sang petahana Tsai Ing-wen.

 Baca Juga: Daftar 10 Orang Terkaya di Taiwan, Terry Gou Nomor 1 dengan Kekayaan Rp107 Triliun

Tsai Ing-wen merupakan Presiden Taiwan dan akan maju pada pilpres tahun depan untuk melanjutkan pemerintahan di tahun keduannya.

Jika terpilih menjadi presiden, pengaruh Terry Gou akan memudar meski manajemen baru akan tetap membutuhkan petuah darinya, terutama saat mengambil keputusan sulit.

"Untuk banyak hal, jika perlu, mereka akan meminta saran," kata Liang.

Para pemilih di Taiwan mungkin lebih menyukai Terry Gou mejadi presiden karena efisiensinya dalam menyelesaikan sesuatu dan menerima ide-ide baru, kata para analis pada bulan April ketika dia menyatakan pencalonannya sebagai kandidat utama.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini