nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkeu Rapat dengan DPR Bahas Anggaran Belanja Pemerintah Pusat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 11:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 27 20 2071516

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melakukan rapat kerja (raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terkait anggaran pemerintah pusat di tahun 2020.

Rapat kali ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani. Adapun rapat diagendakan membahas kebijakan belanja pemerintah pusat dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2020.

Baca Juga: Menko Darmin Jamin Penurunan Pagu di 2020 Tak Pengaruhi Kinerjanya

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua Banggar DPR RI Kahar Muzakir itu dihadiri sebanyak 15 anggota DPR dari 7 fraksi. Rapat sendiri dimulai pukul 11.10 WIB dari agenda awal 10.00 WIB.

"Dengan jumlah kehadiran tersebut, maka sesuai tata tertib, rapat saya buka karena sudah memenuhi kuorum," kata dia membuka rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Baca Juga: Menko Darmin hingga Menko Luhut Bahas Anggaran 2020 di DPR

Usai membuka rapat, Kahar memberikan kesempatan kepada Askolani sebagai pihak dari pemerintah untuk memaparkan kebutuhan anggaran di setiap kementerian. Sehingga kebutuhan tersebut bisa diputuskan bersama untuk masuk dalam RAPBN 2020.

"Maka dipersilakan untuk Pak Askolani untuk memulai pemaparannya," kata dia.

Asal tahu saja, dalam rapat sebelumnya, asumsi makro untuk RAPBN 2020 disepakati, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%-5,5%. Kemudian inflasi diperkirakan 2%-4%. Kemudian tingkat bunga SPN 3 bulan disepakati sebesar 5%-5,3%. Serta nilai tukar Rupiah menjadi Rp14.000- Rp14.500 per USD.

Baca Juga: Fakta di Balik Anggaran Bea Cukai Rp3,6 Triliun Beli Anjing Pelacak

Asumsi makro tersebut berubah dari yang diajukan pemerintah dalam rapat paripurna. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi ditargetkan di kisaran 5,3%-5,6% pada tahun depan. Kemudian inflasi disasar pada kisaran 2%-4% dan tingkat bunga SPN 3 bulan berada di 5%-5,6%. Kemudian nilai tukar Rupiah diperkirakan berada di kisaran Rp14.000-Rp15.000 per USD.

Baca Juga: DPR Lobi Sri Mulyani Setujui Anggaran Rp7,72 Triliun pada 2020

Sedangkan untuk target pembangunan tak ada perubahan dari yang telah diajukan sebelumnya. Di mana tingkat pengangguran di perkirakan menjadi 4,8%-5% pada tahun 2020. Lalu tingkat kemiskinan ditargetkan 8,5% hingga 9%.

Kemudian, rasio gini ditargetkan 0,375-0,380 pada tahun depan. Indeks pembangunan manusia ditargetkan 72,51.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini