Penurunan inflasi volatile food dipengaruhi deflasi pada komoditas bawang putih, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh menurunnya permintaan pasca berakhirnya bulan Ramadan dan Idulfitri. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 4,91% (yoy), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 4,08% (yoy).
Baca Juga: Tiket Pesawat di 32 Kota Sudah Turun
Kelompok administered prices pada Juni 2019 mencatat deflasi sebesar 0,09% (mtm), menurun dibandingkan dengan bulan lalu yang mencatat inflasi 0,48% (mtm). Deflasi pada kelompok administered prices bersumber dari menurunnya tarif angkutan udara sejalan dengan berlanjutnya dampak penerapan kebijakan penurunan tarif batas atas angkutan udara. Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi 1,89% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,38% (yoy).
Inflasi inti pada Juni 2019 tercatat 0,38% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,27% (mtm). Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok inti adalah nasi dengan lauk, emas perhiasan, ikan diawetkan, mie, dan upah pembantu rumah tangga.
Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,25% (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 3,12% (yoy). Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.
(Feby Novalius)