nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tahun Ini PUPR Lelang Enam Jalan Tol Senilai Rp135,6 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 14:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 19 320 2081016 tahun-ini-pupr-lelang-enam-jalan-tol-senilai-rp135-6-triliun-YGnb1j7ERE.jpg Jalan Tol (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melelang enam proyek ruas tol. Pasalnya, lelang tersebut akan dilakukan pada tahun ini.

Keenam proyek yakni Jalan Tol Semanan – Balaraja sepanjang 31,9 km, lalu Jalan Tol Kamal – Teluknaga – Rajeg sepanjang 38,6 km. Selanjutnya Jalan Tol Akses Menuju Pelabuhan Patimban sepanjang 37,7 km. Jalan tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap sepanjang 18,4 km.

Lalu ada Jalan Tol Yogyakarta – Bawen sepanjang 77 km. Dan terakhir adalah Jalan Tol Solo – Yogyakarta – Bandara Kulon Progo sepanjang 91,93 km.

 Baca juga: Hampir 5 Tahun Menjabat, Jokowi Sudah Operasikan 985 Km Jalan Tol

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit mengatakan, dari keseluruhan pelaksanaan lelang, pembangunan jalan tol tersebut nantinya diprakarsai oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Untuk total keseluruhan nilai investasi enam ruas jalan tol tersebut yaitu sebesar Rp135,6 triliun.

 Jalan Tol

“Total investasi untuk 6 ruas itu kita perkirakan Rp135,6 triliun dari Badan Usaha,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Danang menambahkan, dari enam ruas tol tersebut salah satu yang akan dilelang lebih dahulu adalah Solo-Yogyakarta. Ditargetkan jalan tol ini bisa dilelang pada akhir bulan ini.

 Baca juga: Tarif Tol Tanggul Laut di Semarang Ditetapkan Rp1.124 per Km

“Kita akan adakan pelelangan tahun ini ada 6 ruas, yang paling dekat adalah kemungkinan jalan tol Solo - Yogyakarta. kemarin pak Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga dan kami udah ketemu pak Gubernur kita sampaikan rencana pelelangan tersebut. Harapan kami sebenarnya akhir bulan ini bisa kita mulai proses pelelangannya,” jelasnya.

Jika sudah dilakukan lelang maka tahap selanjutnya bisa dilakukan market sounding kepada calon investor untuk pendaftaran investasi. “Sehingga berikutnya akan kita siapkan market sounding dan pengumuman pendaftaran,” ucapnya.

Sementara untuk Yogyakarta - Kulon Progo, saat ini masih ada beberapa catatan dari pemerintah D.I.Y Yogyakarta. Pemerintah Yogyakarta masih mengusulkan beberapa trase utamanya yang berada di daerah Kulon Progo.

 Baca juga: Tol Semarang-Demak Ditarget Selesai 2 Tahun

“Tol sepanjang 91,93 kilometer ini masih ada catatan sedikit karena kemarin pak sultan masih menginginkan ada adjustment terhadap trase terutama yang di daerah Kulon Progo,” jelasnya.

Sedangkan untuk akses menuju Pelabuhan Patimban lanjur Danang, masih ada dua rute yang sedang dilakukan kajian. Kedua rute tersebut yakni yang menghubungkan kawasa industri menuju Pelabuhan Patimban dan yang kedua adalah yang menghubungkan simpang Subang ke Patimban.

“Satu yang menghubungi kawasan industri ke pelabuhan, kedua menghubungkan simpang di subang ke patimban. Jadi ada dua pendekatan, satu itu merupakan pengembangan dari jaringan jalan yang ada dan yang kedua atau alternatif lainnya adalah menghubungkan kawasan industri baru, kota subang baru industrial area ke patimban,” jelasnya

Selanjutnya adalah tol Gedebage-Cilacap akan dilakukan pelelangan secara bertahap. Sebagai tahap awal yang akan dilelang adalah sepanjanb 18,4 kilometer.

“Kemudian rute Cigatas, atau sekarang namanya Gedebage-Cilacap sebenarnya tapi itu pelelangannya pembangunan bertahap. Sementara ini yang akan kita minta badan usaha nanti untuk melaksanakan sepanjang 18,4 km,” kata Danang.

Lalu kedua jalan tol yang akan dilelang lagi adalah Semarang - Balaraja sepanjang 31,9 kilometer. Dan terakhir adalah Tol Kamal Teluk Naga -Rajek sepanjang 38,6 kilometer.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini