nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bangun Infrastruktur, Senegal hingga Rwanda Berebut Jasa Wika

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 16:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 07 320 2088941 bangun-infrastruktur-senegal-hingga-rwanda-berebut-jasa-wika-NiC5Go5sRe.jpg Ilustrasi Infrastruktur (Okezone)

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengaku banyak diminati oleh banyak negara di Afrika untuk membangun infrastruktur di benua hitam. Ada beberapa negara Afrika yang akan tandatangan kontrak dengan perusahaan konstruksi dengan pelat merah tersebut.

Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan, beberapa kontrak akan ditandatangani dalam forum Indonesia-Afrika Infrastruktur di Bali. Meskipun begitu, dirinya belum bisa menyebutkan proyek apa dan negara mana yang akan diteken dalam kontrak tersebut.

Baca Juga: Disebut Utang Membengkak, Bos Wika: Kalau Tak Naik Mending Tidur Saja di Rumah

Asal tahu saja, pada 20-21 Agustus 2019 akan digelar Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue di Bali. Pada kesempatan itu, Wijaya Karya akan mengumumkan proyek di Afrika yang akan digarap.

“Iya ada beberapa yang akan ditandatangani (kontrak proyek dengan negara Afrika),” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (6/8/2019).

Baca Juga: Laba Wika Naik 60% Berkat Kontrak Baru Senilai RP15,23 Triliun di Semester I

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, negara Afrika yang berminat meminang perusahaannya sebagai kontraktor yakni Zanzibar, Madagaskar, Pantai Gading, Senegal, hingga Rwanda. Namun perseroan akan memilah mana saja proyek di negara tersebut yang cukup menguntungkan.

"Banyak tawaran pekerjaan di Afrika. Mulai dari Zanzibar, Madagaskar, Pantai Gading, Senegal, hingga Rwanda," ucapnya.

Meski demikian, pihaknya akan mempertimbangkan beberapa hal sebelum mengambil tawaran proyek tersebut. Sebagai salah satu contohnya seperti negara itu memiliki dana yang cukup untuk membayar, hingga potensi profit yang menggiurkan.

"Ya memilih tawaran ini sama seperti kalau (perempuan) di dekatkan sama cowok, boleh pilih. Yang ganteng, kemudian yang kaya," ucapnya.

Menurut Mahendra, seleksi itu dilakukan lantaran risiko mengerjakan proyek di luar negeri begitu tinggi. Selain itu faktor keamanan negara setempat juga perlu diperhatikan.

"Yang disasar itu infrastruktur pelabuhan, ada apartemen. Nanti (di Bali) akan membuat agreement. Potensi di Afrika itu n‎ilainya besar," kata Mahendra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini