Menurut Guntur, secara ekonomi garam impor lebih kompetitif dan murah harganya dibandingkan garam produksi petani. Oleh karena itu para pelaku industri memilih untuk membeli garam impor sisa.
Karena kalah bersaing, banyak garam produksi petani yang tidak terjual. Bahkan ada beberapa garam industri produksi petani yang dibuang ke sungai.
“Pemerintah diminta membuat tarif. Membuat harga garam impor ini lebih mahal dibandingkan lokal. Kalau sekarang garam lokal itu tidak akan kompetitif,” jelasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.