nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengangguran dan Penduduk Miskin Berkurang, Jokowi: Sejarah NKRI

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 07:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 19 320 2093647 pengangguran-dan-penduduk-miskin-berkurang-jokowi-sejarah-nkri-nRvrmHrX2M.jpg Presiden Jokowi Widodo di Nota Keuangan 2019 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, kita patut bersyukur karena di tengah gejolak perekonomian global, pembangunan ekonomi selama lima tahun telah menunjukkan capaian yang menggembirakan. Namun, Presiden Jokowi mengingatkan, kita tidak boleh lengah karena tantangan ekonomi ke depan semakin berat dan semakin kompleks.

Baca Juga: Turun 0,21%, Kini Pengangguran di Jakarta 279.590 Orang

“Pertumbuhan ekonomi kita trennya meningkat dari 4,88% di tahun 2015, menjadi 5,17% di tahun 2018, dan terakhir Semester I-2019 mencapai 5,06%,” kata Presiden Jokowi, dikutip dari Setkab, Senin (19/8/2019).

Jokowi Pakai Baju Adat Sasak, JK Pilih Baju Adat Betawi

Angka pengangguran, lanjut Presiden, menurun dari 5,81% pada Februari 2015, menjadi 5,01% pada Februari 2019. Sementara penduduk miskin terus menurun dari 11,22% pada Maret 2015, menjadi 9,41% pada Maret 2019.

“Ini terendah dalam sejarah NKRI,” ujarnya.

Baca Juga: Pengangguran Terbanyak di Jawa Barat, Terendah Bali

Ditambahkan Presiden, ketimpangan pendapatan juga terus menurun, ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,408 pada Maret 2015, menjadi 0,382 pada Maret 2019. Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 69,55 di 2015, menjadi 71,39 di 2018, atau masuk dalam status tinggi. Selain itu, tidak ada lagi provinsi dengan tingkat IPM yang rendah.

“Logistic Performance Index (LPI) naik dari peringkat 53 dunia di 2014, menjadi peringkat 46 dunia di 2018. Dalam Global Competitiveness Index, kualitas infrastruktur kita termasuk listrik dan air meningkat, dari peringkat 81 dunia pada 2015, keperingka 71 dunia pada 2018,” ungkap Presiden Jokowi.

Berbagai capaian tersebut, menurut Presiden, tidak terlepas dari reformasi fiskal yang telah kita lakukan. Kita tidak lagi menggunakan pola money follows function, tetapi money follows program.

“Kita tidak lagi berorientasi pada proses dan output, tetapi pada impact dan outcome. Kita terus mengelola fiskal agar lebih sehat, lebih adil, dan menopang kemandirian kita,” ujar Presiden Jokowi.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini