nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 10.000 Ha Tambak Garam di Kupang, Masih Perlu Impor?

Rabu 21 Agustus 2019 12:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 21 320 2094711 ada-10-000-ha-tambak-garam-di-kupang-masih-perlu-impor-QxAZjYoUgf.jpg Foto: Lahan Garam (Okezone)

KUPANG - Pemerintah Kabupaten Kupang, NTT, memperkirakan potensi luas area tambak garam di wilayahnya bisa mencapai 10 ribu hektare.

"Ada banyak area garam yang ada di wilayah Kabupaten Kupang. Kalau diprediksi luas area tambak garam di sini bisa mencapai tujuh sampai 10 ribu hektare," kata Wakil Bupati Kupang Jerry Manaf..

Baca Juga: 1,5 Juta Ton Garam Impor Banjiri Indonesia dalam 6 Bulan

Potensi area tambak di Kabupaten Kupang dinilai mampu memenuhi kebutuhan garam nasional yang hingga saat ini masih impor.

Dia menyebutkan luas area garam itu tersebar di beberapa desa seperti Bipolo, Sulamu, Bau Bau, Merdeka, Oebelo dan Tanah Merah.

Panen Garam

"Kami melihat bahwa ini adalah potensi yang diberikan Tuhan kepada kami, kepada masyarakat di sini untuk bisa dikelola secara baik," ujarnya.

Sayangnya, kata dia, sejauh ini potensi yang bagus itu belum dikembangkan secara baik sehingga selama beberapa tahun ini potensi yang ada tidak dikembangkan.

Baca Juga: Berkacamata Hitam, Menteri Rini Panen Garam di NTT

Pemkab Kupang berterima kasih karena dengan perhatian besar dari Gubernur NTT Viktor B Laiskodat dan Presiden Jokowi akan melakukan panen garam pada Rabu siang ini membuktikan bahwa potensi garam di daerah itu berkualitas tinggi.

Oleh karena itu ia berharap masyarakat di Kabupaten Kupang bisa memanfaatkan potensi yang ada saat ini untuk peningkatan kehidupan ekonominya.

Saat ini, lanjut dia, untuk lahan garam di Nunkurus saja ada 600 pekerja lokal yang bekerja di lahan tersebut dengan gaji Rp100 ribu per hari.

"Anggap saja mereka kerja selama 24 hari kerja tentu gaji mereka lebih besar dari gaji honor pegawai yang kerja sebagai tenaga honorer pemerintahan yang hanya mencapai Rp1,5 juta per bulan, " tambah dia, dikutip dari Antaranews, Rabu (21/8/2019).

Dia menambahkan 600 pekerja lokal itu baru bekerja di 11 hektare area tambak garam di daerah itu yang masih bisa dikembangkan menjadi 600 hektare.

"Bayangkan saja, bagaimana tidak sejahtera masyarakat di sini dengan hanya melalui tambak garam," tambah dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini