nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KAI Pede Bisa Angkut 450 Juta Penumpang

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 06 320 2101454 kai-pede-bisa-angkut-450-juta-penumpang-AKUGko7mqH.jpg Penumpang Kereta Api. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) optimis bisa mengangkut 450 juta penumpang pada tahun ini. Angka ini di atas target yang sudah ditetapkan sebelumnya sebanyak 435,49 juta.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, pada tahun lalu, KAI berhasil mengangkut sekitar 425 juta. Tahun ini dirinya optimis jumlah penumpang bisa naik 25 juta dari realisasi tahun lalu.

Baca Juga: Kecelakaan KA karena Lintasan Sebidang, Problem Utamanya Ada 2

Saat ditanya mengenai target pendapatan pada tahun ini, Edi menilai hal itu tidak terlalu penting. Karena jika target penumpang tercapai maka pendapatan perseroan akan mengikuti.

“Saya enggak hafal, menurut saya enggak penting (pendapatan) yang penting kita bisa mengangkut penumpang tahun lalu 425 juta, tahun ini mungkin 450 juta penumpang,” ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Penumpang kereta

Saat ditanyai mengenai kinerja semester I-2019, Edi menargetkan bisa lebih baik dari tahun lalu. Ukuran kinerjanya dari sisi operasional dan juga keuangan.

Baca Juga: Kecelakaan KA karena Lintasan Sebidang Tembus 395 Peristiwa

Sebagai gambaran laba bersih KAI tercatat Rp1,55 triliun pada 2018. Angka tersebut mengalami penurunan 10,92% dari capaian 2017 yang sebesar Rp1,72 triliun.

Dari sisi pendapatan, PT KAI menargetkan Rp23,5 triliun pada tahun ini. Angka tersebut meningkat sebesar 18% dari pendapatan kotor tahun lalu yang hanya Rp19,9 triliun.

Hal ini selaras denganntarget melayani penumpang sebanyak 435 juta pada tahun ini. Angka tersebut naik 2,5% dari realisasi tahun lalu yang hanya 424,68 juta penumpang saja.

“Kalau kinerja seluruhnya ya operasi sama keuangan yang operasi paling tidak memenuhi apa yang kita harapkan, kalau keuangan paling tidak sampai bulan 6 ini memang keuntungan bersih dibawah laba paling bawah, itu menunjukkan lebih baik tahun lalu, paling tidak lebih baik dari 2019,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini