nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati, Masih Ada 3.419 Perlintasan Sebidang Kereta Ilegal

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 15:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 06 320 2101491 hati-hati-masih-ada-3-419-perlintasan-sebidang-kereta-ilegal-s2mbvbnroV.jpg Perlintasan Sebidang Kereta. (Foto: Okezone.com/Wahyu Muntinanto)

JAKARTA - Perlintasan sebidang masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan kereta api. Berdasarkan data Kereta Api Indonesia (KAI), masih ada sekitar 3.419 perlintasan sebidang ilegal tanpa palang pintu atau bahkan tanpa penjagaan.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, masih banyak tanah sebidang ilegal menjadi pekerjaan rumah bersama. Pasalnya, keselamatan masyarakat terancam dengan keberadaan perlintasan sebidang.

Baca Juga: Sering Makan Korban, 311 Perlintasan Sebidang Tidak Resmi Ditutup

Selain itu, hal tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam regulasi tersebut, Pasal 94 ayat (1) menyatakan bahwa, untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai ilinzin harus ditutup.

Perlintasan Sebidang KA

Adapun ayat (2) menegaskan penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Nyatanya, KAI mencatat terdapat 1.223 perlintasan sebidang yang resmi, 3.419 perlintasan sebidang liar, serta perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass berjumlah 349.

Baca Juga: Kecelakaan KA karena Lintasan Sebidang, Problem Utamanya Ada 2

"Seringkali, di luar dari pengawasan membuat perlintasan untuk jalan lalu dibuka buat motor lalu dibuat untuk mobil ini jangan muncul dulu. Yang ada dicarikan solusi atau ditutup, tapi dalam jarak tertentu harus ada perlintasan yang tak sebidang bisa flyover, underpass, jadi colective road atau yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk melintas yang tak sebidang," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Edi menambahkan, kewajiban terkait penyelesaian keberadaan di perlintasan sebidang memang bukan menjadi bagian dan tanggung jawab KAI saja selaku operator. Akan tetapi lanjut Edi, untuk mengurangi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang beberapa upaya telah dilakukan KAI.

Sebanyak 311 perlintasan tidak resmi telah KAI tutup dari tahun 2018-Juni 2019. Pada prosesnya langkah yang dilakukan KAI untuk keselamatan tersebut juga kerap mendapatkan penolakan dari masyarakat, dalam kondisi tersebut diperlukan langkah untuk mencari jalur alternatif bagi masyarakat yang harus disolusikan bersama oleh pemerintah pusat atau daerah.

"Yang pasti bahwa memang perlintasan ini, pertama jangan sampai muncul lagi perlintasan tak resmi ini," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini