nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Sri Mulyani Puji Menteri Basuki sebagai Daendels Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 23 September 2019 20:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 23 320 2108395 ketika-sri-mulyani-puji-menteri-basuki-sebagai-daendels-indonesia-RWn1Pu0w4I.jpg Sri Mulyani dengan Menteri Basuki saat Meninjau Proyek. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pujian kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono atas prestasinya. Dirinya menyebut Basuki sebagai Bapak Daendles Indonesia yang berhasil membangun beribu-ribu kilometer jalan tol.

Baca Juga: 30 Proyek di Selatan Jawa Rawan Bencana, Kereta Cepat Masuk Daftar

Asal tahu saja, Daendels merupakan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda yang berhasil membangun jalan dari Anyer (Banten) hingga Panarukan (Jawa Timur). Hal ini sama dengan Menteri Basuki yang berhasil menyambungkan jalan tol dari Banten hingga Surabaya.

Menteri Basuki

"Pak Basuki menjadi Bapak Daendles Indonesia," ujarnya dalam acara PPJT, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Sri Mulyani juga mengapresiasi kerja Menteri Basuki beserta jajarannya. Dirinya menilai, jika Menteri Basuki tidak kenal lelah dalam membangun infrastruktur.

Baca Juga: 5 Mega Proyek Termegah di Dunia

“Pak Menteri PUPR dan jajarannya tidak kenal lelah, tidak kenal libur terus menerus membangun infrastruktur,” ucapnya.

Salah satu yang disambut baik olehnya adalah pembangunan jalan Tol Tanggul Rob Semarang-Demak. Menurut Sri Mulyani, Semarang adalah kota masa kecilnya, sehingga setiap hal yang berkaitan dengan Semarang disambut antusias.

"Seperti saya menengok masa kecil, saya yang bahagia dan kita telah membangun dan meneruskan pembangunan jalan tol Jakarta-Demak sekaligus terintegrasi tanggul laut Kota Semarang," ucapnya.

Tol Semarang-Demak memang terbilang unik. Selain jalan bebas hambatan, tol ini terintegrasi dengan tanggul untuk mencegah rob.

Lanjut Sri Mulyani, sebagai orang Semarang dia mengaku pernah menderita. Lantaran, jika pergi ke Stasiun Tawang dirinya harus berhadapan dengan rob.

"Sebagai orang Semarang saya itu sangat menderita, kalau pergi, dulu pergi kuliah saya selalu naik kereta api kalau libur dari Stasiun Tawang. Dari Tawang melihat rob masuk. Apalagi menuju Demak betapa sedih saya lihat mayoritas masyarakat hidup di tengah rob sepanjang tahunnya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini