JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan uji beban pada proyek jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek Elevated II). Uji beban meliputi uji statis dan dinamis.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, tahap uji beban pada proyek jalan tol layang Jakarta–Cikampek rampung pada akhir Oktober 2019. Sehingga jalan tol layang terpanjang di Indonesia ini bisa beroperasi pada November 2019 mendatang.
Baca juga; Kapan Tol Jagorawi Bisa Gratis? Ini Syarat dari Kepala BPJT
“Uji beban seluruhnya selesai akhir Oktober nanti sebelum operasi. Insya Allah, November ini jalan tol sudah bisa dilalui,” ujarnya saat ditemui di Proyek tol layang Jakarta-Cikampek, Senin Malam.

Menteri Basuki menambahkan, uji beban yang akan dilakukan hingga oktober nanti meliputi dua hal. Pertama adalah uji statis dan uji dinamis.
Baca juga: Investasi Rp15,3 Triliun, Proyek Tol Semarang-Demak Ditargetkan Rampung 2022
Uji statis sendiri dilakukan dengan cara kendaraan berat ini berhenti di tengah-tengah jalan tol. Hal ini dilakukan untuk menguji seberapa statisnya grider dari konstruksi jalan tol Jakarta-Cikampek elevated II.
Sementara uji dinamis adalah dilakukan dengan cara kendaraan berat dijalankan pada jalan tol. Namun jalannya kendaraan ditetapkan dalam kecepatan yang lambat.
Baca juga: Ada Tol, Sri Mulyani: Saudara di Semarang Bisa Makan Siang ke Solo
Pada uji beban ini nantinya ada sekitar 16 truk yang digunakan untuk melakukan uji statis dan dinamis. Masing-masing truk tersebut memiliki muatan 26 toon.
“Kita seperti yang hari kami lalu malam ini sesuai dengan rencana melakukan uji beban baik dinamis maupun statis. Masing-masing 26 ton. Ada 16 truk,” ucapnya