nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komisi Persaingan Usaha Australia Gugat Google soal Penggunaan Data Konsumen

Rabu 30 Oktober 2019 15:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 30 320 2123651 komisi-persaingan-usaha-australia-gugat-google-soal-penggunaan-data-konsumen-c5C2DDYHi3.jpg Google (Reuters)

AUSTRALIA - Komisi Persaingan Usaha dan Konsumen Australia (ACCC) menyeret perusahaan raksasa teknologi Google ke pengadilan. Hal ini terkait atas tuduhan telah menyesatkan konsumen terkait data lokasi pribadi yang dikumpulkan, disimpan dan digunakannya.

Melansir ABC, Jakarta, Rabu (30/10/2019), Komisi Persaingan Usaha dan Konsumen Australia (ACCC) mengatakan ini merupakan pertama kalinya di dunia lembaga pemerintah menggugat Google atas dugaan penyalahgunaan data pribadi.

 Baca juga: Wapres JK Akui Pajak Google Cs Masih Jadi Masalah Dunia

Dalam dokumen gugatan yang diajukan ke pengadilan, ACCC mengklaim Google telah menyesatkan konsumen Australia terkait fitur on-screen representations mereka yang menyediakan data lokasi konsumen ketika menggunakan aplikasi Google melalui HP atau Tablet Android mereka yang kemudian dikumpulkan dan digunakan Google tanpa izin konsumen.

 Google

ACCC mengatakan dengan praktek semacam itu, Google telah melanggar hukum konsumen Australia.

 Baca juga: Calon PM Inggris Cari Cara Pajaki Google Cs

"Kami menggugat Google ke pengadilan karena kami menuduh bahwa sebagai konsekuensi dari fitur On-Screen Representation itu, Google telah mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan informasi pribadi yang sangat sensitif dan berharga tentang lokasi konsumen tanpa sepengetahuan mereka," kata Direktur ACCC Rod Sims.

"Ini adalah kasus pertama di dunia, gugatan ini terkait dengan penyalahgunaan data yang dikumpulkan, disimpan dan gunakan oleh Google yang belum pernah dilakukan sebelumnya."

 Baca juga: Sri Mulyani: Semua Negara Pusing soal Pajak Google Cs

Hukuman baru yang lebih keras

Rod Sims mencatat sementara sejumlah dugaan pelanggaran oleh Google ini terjadi saat berlakunya undang-undang lama, namun sebagian lainnya kemungkinan terjadi di bawah rezim UU baru yang lebih keras dimana Google terancam membayar denda hingga 10 persen dari omset perusahaan itu.

ACCC mengatakan gugatan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan hak-hak konsumen yang membuat akun Google dan mengakses pengaturan akun mereka melalui ponsel dan tablet Android.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini