Berikut ini selengkapnya seperti dikutip dari akun Facebook milik Menko Luhut, Selasa (26/11/2019).
Sampai hari ini setiap kali saya melintas perempatan Jalan Gatot Soebroto dan Jalan HR Rasuna Said yang tidak pernah tidak macet, saya selalu mendongakkan kepala ke arah jembatan lengkung LRT Jabodetabek yang sudah bersambung.
Dan setiap kali pula muncul rasa bangga yang tidak habis-habisnya. Ya, siapa yang tidak bangga karena inilah jembatan panjang tanpa tiang (longspan) melengkung yang paling panjang di dunia, 148 meter.
Jembatan itu dihitung dan dirancang oleh seorang insinyur perempuan Indonesia lulusan ITB, Namanya Arvila Delitriana yang sehari-hari dipanggil Dina. (Yang berdiri di sebelah kanan saya dalam foto ini, mengenakan batik cokelat)
Sekira sebulan sebelumnya, Dirut Adhi Karya, yaitu kontraktor BUMN yang membangun LRT ini melaporkan kepada saya bahwa dalam waktu tidak lama lagi, jembatan lengkung di atas simpangan super ramai Gatsu dan Rasuna Said akan tersambung, dan saya diminta untuk meresmikan penyambungannya.
Sang Dirut menambahkan, “Perancangnya orang Indonesia asli, Pak!”. Saya langsung jawab dengan antusias, “Pasti, pasti saya akan datang!”
Memang, kalau saya melintas bawah jembatan tersebut, saya selalu bertanya-tanya dalam hati, ini jembatan bisa nyambung nggak ya? Sebagai awam dalam rancang bangunan, takut juga melihat dua sisi jembatan berada tepat di atas lalu-lintas tol yang tidak pernah sepi di bawahnya.
Di bawahnya tidak ada pula tiang-tiang penopang, lantas bagaimana kerjanya ya…