Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perkenalkan, Ir Dina si Pembuat Jembatan Lengkung Terpanjang di Dunia

Rani Hardjanti , Jurnalis-Selasa, 26 November 2019 |13:46 WIB
Perkenalkan, Ir Dina si Pembuat Jembatan Lengkung Terpanjang di Dunia
Dina Pembuat Jembatan Lengkung (Foto: Facebook Menko Luhut)
A
A
A

Pada hari peresmian, sengaja saya membawa beberapa orang rekan Menteri, yaitu Menteri PUPR, Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan untuk turut menyaksikan detik-detik penyambungan tersebut. Menurut saya, ini merupakan prestasi luar biasa, lebih-lebih saya dengar bahwa tadinya, Ir. Dina diragukan kemampuannya untuk merancang konstruksi itu oleh pesaing bule.

 

Pada pidato di atas jembatan tersebut saya puji si perancang dan juga kontraktornya karena mampu melakukan sebuah pekerjaan konstruksi luar biasa yang 100 persen dilakukan oleh orang kita. Tidak ada bule sama sekali yang ikut.

 

Siapa bilang orang Indonesia tidak bisa bersaing secara global?

 

Hanya satu hari setelah peresmian, Presiden Joko Widodo juga memuji karya hebat anak bangsa itu dalam akun medsosnya. Membaca pujian itu, saya sependapat dengan Presiden, dan hebatnya si insinyur tersebut tetap seorang yang rendah hati. Saya ajak Dina untuk makan siang di kantor saya bersama sejumlah tamu terhormat lain.

 

Salah seorang tamu bertanya kepadanya, “Bagaimana merancang jembatan lengkung begitu?”, ia hanya menjawab, “Setiap jembatan yang saya buat, saya anggap seperti bayi saya…!” Di sini saya melihat betapa Dina bekerja dengan penuh kecintaannya terhadap profesinya.

 

Bagi pihak awam lain (seperti saya) saya tambahkan data: jarak antara dua tiang penyangganya 148 meter, dan khusus bagian yang melengkung (berbelok) itu panjangnya 115 meter. Seperti diketahui, jalur LRT dari arah Cawang yang menuju Jalan Rasuna Said hanya bisa melalui sisi kanan Jalan Gatot Soebroto, dan jalur tengah Jalan HR Rasuna Said.

 

Nah, satu-satunya wilayah kosong di mana jalan bisa berbelok adalah tepat di atas perempatan jalan tersebut.

 

Simpang empatnya sendiri sudah ada jalan tiga susun; ada under-pass dari Jalan Warung Buncit, kemudian jalan biasa dan kemudian jembatan jalan tol tumpuk-menumpuk di satu lokasi! Jadi, mau-tidak-mau tidak boleh ada satu tiang pun yang berada di jalan tumpuk tiga itu, baik untuk jembatannya maupun ketika membangunnya.

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement