nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kerja Cuma 4 Hari Seminggu, Bos Microsoft Temukan Keseimbangan Kehidupan Pekerjaan

Hairunnisa, Jurnalis · Rabu 25 Desember 2019 20:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 25 320 2146001 kerja-cuma-4-hari-seminggu-bos-microsoft-temukan-keseimbangan-kehidupan-pekerjaan-kANWAwxIYu.jpg Dunia Kerja (HQ)

JAKARTA - Microsoft baru-baru ini ingin mengimplementasikan keseimbangankehidupan kerja yang lebih baik. Pertama yang mencobanya adalah Microsoft Jepang.

Microsoft yang berada di Jepang tersebut menerapkan 4 hari kerja dalam seminggu atas dasar keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik pada bulan Agustus kemarin. Hasilnya, perusahaan melihat peningkatan produktivitas hampir sebesar 40%.

 Baca juga: 9 Sikap Sederhana Bos yang Bisa Jadi Mood Booster

Menariknya, CEO Microsoft Satya Nadella memandang ada pendekatan yang unik terhadap keseimbangan kehidupan perkerjaan. Alih-alih memisahkan pekerjaan dan kehidupan, Nadella lebih suka menganggapnya sebagai keharmonisan kehidupan kerja.

 Microsoft

"Saya dulu selalu berpikir bahwa Anda perlu menemukan keseimbangan antara apa yang dianggap santai dengan apa yang bekerja," kata Nadella dikutip dari CNBC, Rabu (25/12/2019).

 Baca juga: Bikin Usaha? Ini 5 Taktik Negosiasi yang Perlu Diketahui

Sekarang, dia telah menemukan cara untuk menyatukana antara apa yang bisa dianggap santai dengan apa yang harus dikerjakan. "Apa yang saya coba lakukan adalah menyelaraskan apa yang sangat saya pedulikan, minat saya yang mendalam, dengan pekerjaan saya," kata Nadella.

Bagi Nadella sendiri, keharmonisan kehidupan kerja memberikan kepuasan dan energi yang luar biasa untuk kembali bekerja. Nadella yang memiliki anak yang mengalami ketidaknormalan, telah mendedikasikan dirinya untuk menemukan cara-cara teknologi agar dapat membantu orang melihat dan berbicara.

 Baca juga: Tips Bisnis Ala Steve Jobs, Cinta Jadi Salah Satunya

Pada Mei 2018, ia mengumumkan inisiatif untuk mengembangkan produk AI atau artificial intelligence di Microsoft bagi orang-orang yang cacat sebesar USD25 juta atau sekitar Rp348 miliar.

"Saya melihat Microsoft sebagai platform bagi saya untuk dapat mengejar hasrat saya sendiri, dan itu memberi saya banyak makna, dan itu, bagi saya, adalah bentuk relaksasi utama," ungkap Nadella.

Namun, mempertahankan keharmonisan ini adalah sebuah seni, karena tidak semua orang bisa dan butuh keahlian khusus, bahkan nafsu pun dapat membakar orang.

"Saya pikir kuncinya adalah untuk tidak bisa berlebihan terhubung ke hal yang membuat kamu terbakar, tetapi entah bagaimana cara kamu bisa menjaga api itu, yang merupakan gairah utama yang dimiliki," katanya.

Di rumah, Nadella berusaha semaksimal mungkin ketika ia menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. “Itulah saat saya ingin hadir dan itulah yang memberi saya harmoni untuk melanjutkan apa yang mungkin merupakan pekerjaan yang sangat sulit menciptakan keseimbangan hidup. " imbuhnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini