nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar Ditutup Menguat Ditopang Data Non-Manufaktur AS

Irene, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 08:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 08 278 2150492 dolar-ditutup-menguat-ditopang-data-non-manufaktur-as-zklzGPx9Re.jpg Dolar (Reuters)

NEW YORK - Mata uang Amerika Serikat (AS), Dolar menguat pada perdagangan Selasa (8/1/2020). Hal ini dikarenakan data ekonomi yang lebih baik dan kehati-hatian investor terhadap konflik AS-Iran.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (8/1/2020), Safe-haven yen Jepang jatuh dari tertinggi tiga bulan terhadap dolar dan franc Swiss menarik kembali dari tertinggi baru-baru ini terhadap greenback, meskipun ada kekhawatiran tentang ketegangan AS-Iran.

 Baca juga: Dolar Menguat Terhadap Yen Tapi Keok dari Franc Swiss

Indeks dolar naik 0,36%, dengan euro turun 0,44% menjadi USD1,1144. Yen melemah 0,14% versus greenback di 108,54 per USD. Dolar naik 0,29% pada 0,9712 franc.

Penguatan dolar juga dikarenakan adanya sebuah serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad pada hari Jumat menewaskan komandan militer Iran Qassem Soleimani, yang secara luas dipandang sebagai sosok paling kuat kedua Iran, dalam pembunuhan yang mengancam akan memicu konflik regional. Teheran telah berjanji pembalasan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Iran untuk menghindari tindakan yang dapat memperburuk ketegangan Timur Tengah.

 Baca juga: AS-Iran Memanas, Investor Larikan Aset ke Safe Haven

Institute for Supply Management mengatakan indeks aktivitas non-manufaktur naik menjadi 55,0 bulan lalu dari 53,9 pada November. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi di sektor jasa, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi A.S.

Laporan itu muncul setelah survei ISM pekan lalu menunjukkan ukuran aktivitas pabrik AS turun pada Desember ke level terendah sejak Juni 2009, berkontraksi untuk bulan kelima berturut-turut.

 Baca juga: Investor Pantau Kesepakatan Perdagangan, Dolar AS Tertekan

Sejarah menunjukkan ketika perbedaan antara manufaktur dan jasa besar, kesenjangan akan ditutup dengan rebound sebelumnya, Joseph LaVorgna, kepala ekonom di Amerika di Natixis, mengatakan dalam sebuah catatan.

Imbal hasil obligasi pemerintah zona euro naik tipis dari posisi terendah tiga minggu dan imbal hasil di obligasi AS sedikit berubah.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini