nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

38 Ha Lahan Pertanian Kena Proyek Tol Yogyakarta-Solo

Jum'at 24 Januari 2020 14:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 24 320 2157708 38-ha-lahan-pertanian-kena-proyek-tol-yogyakarta-solo-fMM3Tvxa8b.jpg Jalan Tol (Foto: Okezone.com)

SLEMAN - Proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo saat ini sudah pasti dan tidak akan berubah. Sosialisasi pun terus dilakukan terhadap warga yang akan dilalui jalan tol.

Namun proyek pembangunan tol sepanjang 22 km tersebut, dipastikan hanya sedikit berdampak pada lahan pertanian warga Sleman.

 Baca juga: Bayar Tol Tanpa Berhenti dengan Teknologi GNSS, Apa Itu?

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Heru Saptono mengatakan, dampak pada lahan pertanian di Sleman hanya sedikit.

"Hanya sekitar 38 hektare lahan pertanian yang kena jalur tol. Secara umum itu tidak mengganggu produktivitas pangan," ungkapnya kepada wartawan, mengutip KRJogja, Sleman, Jumat (24/1/2020).

 Baca juga: Hongaria Minat Investasi di Tol Nonstop, Menteri Basuki: Harus Ikut Lelang

Heru menjelaskan, sedikitnya dampak pada lahan pertanian, lantaran konstruksi jalur tol yang dibuat elevated alias melayang. Struktur ini, mampu meminimalisasi dampak pada lahan milik warga. Selain itu, pihak DP3 Sleman juga sudah mengeluarkan Perda yang mengatur bahwa lahan pertanian seluas 18.434 hektar, sebagai lahan pangan berkelanjutan.

"Artinya, lahan tersebut tidak boleh dialihfungsikan dalam bentuk apa pun. Peruntukannya murni sebagai penopang kebutuhan pangan di Sleman. Lahan tersebut dibagi dua kategori. Zona inti seluas 17.000 hektar dan sisanya sebagai zona cadangan," jelas Heru,

 Baca juga: Hongaria Mau Investasi Proyek Bayar Tol Tanpa Berhenti di Indonesia

Seraya menambahkan, jalan tol Yogyakarta-Solo, akan melintasi 14 desa di Kecamatan Kalasan, Prambanan, Depok, Ngaglik, Mlati, dan Gamping.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini