nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Pintu Keluar Tol Yogyakarta-Solo Disediakan di Klaten

Jum'at 24 Januari 2020 14:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 24 320 2157713 3-pintu-keluar-tol-yogyakarta-solo-disediakan-di-klaten-p4RkwaRrAU.jpg Gerbang Tol (Okezone)

JAKARTA - Tol Yogyakarta-Solo yang melintas di Klaten bakal dilengkapi tiga exit toll dan dua rest area. Di sisi lain, harga tanah di lokasi terdampak jalan tol Solo-Jogja di Klaten mengalami naik drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga exit toll yang berada di Klaten berada di Kapungan, Kecamatan Polanharjo; Ngawen, Kecamatan Ngawen; dan Borangan, Kecamatan Manisrenggo.

 Baca juga: 38 Ha Lahan Pertanian Kena Proyek Tol Yogyakarta-Solo

Bupati Klaten Sri Mulyani pernah menyempatkan mengecek lahan terdampak tol di masing-masing desa tersebut beberapa bulan lalu. Selain exit toll, di Klaten juga disediakan rest area. Masing-masing rest area berada di Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko dan Ngawen, Kecamatan Ngawen.

Semakin santernya informasi pembangunan tol telah mengakibatkan harga tanah di lokasi terdampak jalan tol Solo-Jogja melonjak drastis. Salah satu lahan terdampak jalan tol yang sudah mengalami kenaikan harga tanah secara signifikan berada di Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo.

 Baca juga: Bayar Tol Tanpa Berhenti dengan Teknologi GNSS, Apa Itu?

Jumlah bidang di Desa Kapungan mencapai 215 bidang atau berkisar 25 hektare. Lahan terdampak di Kapungan terdiri dari rumah warga, sawah, dan masjid. Jumlah penduduk di Kapungan kurang lebih mencapai 3.000-an jiwa. Jumlah itu tersebar di 16 Rukun Tetangga (RT) dan enam Rukun Warga (RW).

“Betul, informasinya di Kapungan sini akan menjadi exit toll. Adanya program jalan tol itu memang membuat harga tanah di sini naik drastis. Sekitar satu bulan lalu, ada warga yang menjual sawah seluas 1.900 meter persegi. Waktu itu sudah dibeli senilai Rp500 juta. Sawah itu kalau dijual lagi dalam waktu dekat, mintanya sudah di atas Rp1 miliar. Padahal, sebelum santer informasi terkait jalan tol, harga tanah di sini tak sampai di angka itu. Paling sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), kurang lebih senilai Rp100.000 per meter persegi [tanah basah],” kata Sekretaris Desa (Sekdes) Kapungan, Purnomo mengutip Solopos, Kamis (23/1/2020).

 Baca juga: Hongaria Minat Investasi di Tol Nonstop, Menteri Basuki: Harus Ikut Lelang

Purnomo mengatakan pembangunan tol bakal menggerus luas areal pertanian di Desa Kapungan. Saat ini, areal pertanian di Kapungan mencapai 103 hektare. Adanya pembangunan jalan tol tersebut, lahan pertanian di Kapungan akan berkurang hingga 20-an hektare.

“Lahan yang terkena jalan tol itu termasuk lahan produktif. Tapi program jalan tol menjadi program pemerintah pusat. Dari Pemdes dan warga di sini tetap mendukung program itu. Harapannya, Desa Kapungan akan lebih ramai, apalagi menjadi exit toll. Keberadaan jalan tol diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Kapungan, Sarsono. Sesuai informasi Pemdes yang diterima dari Pemprov Jateng melalui Pemkab Klaten, sosialisasi rencana pembangunan jalan tol dimulai awal Februari 2020.

“Sudah banyak yang tanya (dari warga) terkait perkembangan jalan tol. Pada prinsipnya warga setuju semua. Yang diminta hanya satu, yang penting nantinya ada ganti untung. Jadi bukan ganti rugi,” katanya.

Salah seorang warga Kuncen, Kecamatan Ceper, Nariyo, 55, mengatakan Kuncen juga menjadi salah satu desa yang akan dilintasi tol Solo-Jogja. Desa Kuncen berbatasan langsung dengan Desa Kapungan, Polanharjo.

“Warga di Kuncen sudah mendengar soal jalan tol itu. Harga tanah di Kuncen juga naik dalam beberapa waktu terakhir. Harga tanah di pasaran yang biasanya Rp200.000 per meter persegi minimal bisa menjadi Rp300.000 per meter persegi. Ini wajar karena akan adanya jalan tol itu,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Atit Novitasari, memilih menunggu informasi dari Pemkab Klaten, Pemprov Jateng, dan pemerintah pusat. Sesuai rencana, Glagahwangi juga akan dilintasi tol Solo-Jogja.

“Sementara ini belum ada informasi terkait perkembangan jalan tol Solo-Jogja,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini