nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taspen Pastikan Tak Investasi di Saham Gorengan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 21:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 27 278 2159169 taspen-pastikan-tak-investasi-di-saham-gorengan-Tw8EoZo9Xz.jpg Ilustrasi Pergerakan Saham (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau Taspen memastikan, melakukan investasi dana kelolaannya pada aset-aset berkinerja baik. Sebagian besar ditempatkan pada instrumen yang memberikan hasil tetap (fixed income), yaitu surat utang maupun deposito.

Hal ini sekaligus menepis kabar bahwa Taspen menjadi salah satu BUMN Asuransi yang juga melakukan investasi pada aset berkinerja buruk. Ini buntut dari persoalan yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang melakukan investasi di saham-saham gorengan.

Direktur Utama Taspen Antonius Steven Kosasih menyatakan, surat utang maupun deposito mengambil porsi 86,2% dari total investasi perseroan. Terdiri dari surat utang sebesar 67,5% dan deposito sebesar 18,7%.

Baca Juga: Ada Panja Industri Jasa Keuangan, Bos Taspen: Peluang Kami Tunjukkan Investasi Prudent

"Sebagian besar merupakan obligasi (surat utang) pemerintah dan deposito sebagian besar ditempatkan di bank-bank BUMN," katanya dalam konferensi pers di Menara Taspen, Jakarta, Senin (27/1/2020).

Untuk menjaga likuiditas perusahaan dan keamanan dana, lanjutnya, Taspen menempatkan hampir 80% deposito di bank-bank BUMN dan 18% di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Sisanya hanya 2% pada bank umum, yang juga merupakan anak usaha dari Bank Mandiri dan Taspen yaitu Bank Mandiri Taspen.

Meski demikian, diakuinya investasi pada portofolio saham juga tetap dilakukan perseroan, namun porsinya kecil hanya 4,9% dari total investasi. Adapun pada reksa dana sebesar 6,7%, dengan porsi reksa dana saham 1,3% dari total investasi. Sementara sisanya, sebesar 2,2% investasi Taspen ditempatkan pada investasi langsung.

Baca Juga: Laba Bersih Taspen Melonjak 42,97% Sepanjang 2019

Menurutnya, investasi di saham dilakukan perseroan dengan memilih emiten yang sebagian sangat besar terdaftar pada Indeks LQ45 dan didominasi oleh saham-saham BUMN yang tergolong saham-saham blue chip. "Investasi pada saham itu pun dengan seleksi pemilihan manajer investasi yang sangat ketat," imbuhnya.

Pada instrumen reksa dana, perseroan melakukan investasi melalui maksimum 15 manajer investasi yang memiliki dana kelolaan (asset under management/AUM) di atas Rp4 Triliun hingga sekitar Rp50 triliun. Di mana 90% di antaranya adalah manajer investasi yang menduduki peringkat 15 besar dan hampir 50% penempatan reksadana Taspen pada manajer investasi BUMN.

“Kami berkomitmen untuk selalu menerapkan prinsip kehati-hatian yang kami pegang teguh, guna menjamin keamanan dana investasi yang kami kelola untuk memberikan manfaat secara maksimal kepada peserta,” tutup Antonius.

Taspen mencatatkan, portofolio saham 5 tahun terakhir menghasilkan imbal hasil (return) sebesar Rp3.5 triliun, baik dari capital gain maupun dividen. Berikut 51 emiten yang mendapat investasi dari Taspen sepanjang tahun 2015-2019:

1. PT Bank Central Asia Tbk

2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

3. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

5. PT Unilever Indonesia Tbk

6. PT Astra International Tbk

7. PT HM Sampoerna Tbk

8. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

9. Indofood CBP Tbk

10. PT Gudang Garam Tbk

11. PT United Tractors Tbk

12. PT Kalbe Farma Tbk

13. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

14. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk

15. PT Indofood Sukses Makmur Tbk

16. PT Perusahaan Gas Negara Tbk

17. PT Adaro Energy Tbk

18. PT Mayora Indah Tbk

19. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

20. PT Bukit Asam Tbk

21. PT Astra Agro Lestari Tbk

22. PT Pakuwon Jati Tbk

23. PT Bumi Serpong Damai Tbk

24. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

25. PT Surya Citra Media Tbk

26. PT Aneka Tambang Tbk

27. PT Waskita Karya (Persero) Tbk

28. PT Ciputra Development Tbk

29. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

30. PT Mitra Adiperkasa Tbk

31. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

32. PT BPD Jawa Timur Tbk

33. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk

34. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk

35. PT Waskita Beton Precast Tbk

36. PT Timah Tbk

37. PT Eagle High Plantations Tbk

38. PT Garuda Maintenance Facility Tbk

39. PT Sampoerna Agro Tbk

40. PT Adhi Karya (Persero) Tbk

41. PT Wijaya Karya Beton Tbk

42. PT Harum Energy Tbk

43. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk

44. PT PP Presisi Tbk

45. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk

46. PT Steel Pipe Industry Tbk

47. PT Jasa Armada Indonesia Tbk

48. PT Erajaya Swasembada Tbk

49. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk

50. PT PP Properti Tbk

51. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini