Beda Bisnis Kos-kosan dan Kontrakan, dari Dapur hingga Uang Sewa

Irene, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 320 2159628 beda-bisnis-kos-kosan-dan-kontrakan-dari-dapur-hingga-uang-sewa-SfqEjHeMvq.jpg Kos-Kosan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bisnis berbasis hunian seperti kos-kosan dan kontrakan masih menjadi incaran para pelaku industri. Lantaran, bisnis ini sangat menjanjikan walaupun modal yang dikeluarkan tak sedikit.

Namun tahukah anda banyak perbedaan yang mencolok di antara rumah kontrakan dan kos-kosan? Perbedaan ini dapat menjadi masukan bagi yang ingin memulai bisnis ini.

Melansir buku "Sukses & Kaya Raya dari Bisnis Usaha Kos-kosan Petakan: Usaha Untung Terus Tanpa Rugi" karya Nur Eliah, Selasa (28/1/2020, hal utama yang membedakan antara bisnis kontrakan dan kos-kosan adalah sistem pembayaran. Rumah kontrakan menganut sistem per tahun atau pada kelipatannya dalam pembayaran. Sedangkan kos-kosan biasanya mengambil bayaran per bulan atau kelipatannya.

Baca Juga: Mau Bisnis Jus? Pemilihan Buah yang Paling Penting!

Dalam hal jangka waktu sewa keduanya juga memiliki kebijakan berbeda. Kontrakan biasanya memiliki kebijakan tahunan, yang berarti pembayaran uang sewa yang telah dilakukan namun merasakan bosan di tengah waktu sewa, maka harus dilakukan yang namanya over kontrak. Sedang pada kos-kosan memiliki kebijakan bulanan, sehingga cocok bagi yang hendak mencari hunian sewa dalam waktu pendek.

Pada hal garasi atau tempat parkir kendaraan, kontrakan biasanya memiliki garasi masing-masing. Namun pada kos-kosan, satu garasi diperuntukkan untuk seluruh penghuni rumah kos. Sehingga bagi anda yang berminat menyelami bisnis kosan, tak perlu repot menyediakan lahan parkir yang terlalu besar.

Baca Juga: Jadikan Usaha Kue Klepon Lebih Bernilai, Begini Caranya

Yang satu ini tak boleh terlewat, yaitu tagihan listrik dan air. Dalam kosan satu meteran telah mencakup seluruh kamar kos, yang mana uang sewa bulanan telah mencakup biaya listrik dan air. Lain halnya dengan kontrakan, masing-masing rumah memiliki meteran masing-masing dan tagihan bayar dilakukan sendiri.

Selain itu dalam pengawasan, kontrakan merupakan hunian yang dirasa milik sendiri, sehingga terkait masalah keamanan dapat langsung berhubungan dengan RT atau perangkat desa setempat. Sedangkan pada kosan, harus difasilitasinya karyawan yang berperan sebagai ibu atau bapak kos yang bertugas untuk mengawasi seluruh anak kos.

Menyangkut kondisi bangunan, kontrakan adalah bangunan yang berdiri sendiri yang serupa dengan rumah warga pada umumnya. Berbeda dengan kosan, rata-rata bangunannya menyatu dengan si pemilik rumah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan dan penagihan bulanannya.

Untuk masalah dapur, kontrakkan memiliki dapur khusus di setiap unit kontrakannya. Sedangkan kosan tidak setiap kamar memiliki dapur individu, biasanya dapur hanya disediakan satu untuk seluruh anak kos.

Dalam bisnis kontrakkan, bertamu dibebaskan asalkan masih mematuhi norma agama dan adat setempat. Tetapi pada bisnis kos-kosan jam bertamu dan lokasi penerimaan tamu dibatasi.

Setelah itu yang terakhir terkait kondisi penyewa, kontrakkan cocok bagi calon penghuni yang sudah berkeluarga. Sedangkan kos-kosan lebih cocok dihuni atau disewa oleh para pelajar, pekerja rantau, mahasiswa dan sejenisnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini