Ujian SKD CPNS Istana Kepresidenan Digelar 17 Februari, Ini Lokasinya

Irene, Jurnalis · Sabtu 01 Februari 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 01 320 2161696 ujian-skd-cpns-istana-kepresidenan-digelar-17-februari-ini-lokasinya-eaoSmxQPL3.jpg Ujian SKD CPNS 2019 (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengumumkan jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi para peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang melamar di Kemensetneg dan Sekretaris Kabinet (Setkab). Hal ini disampaikan melalui pengumuman resminya yang ditandatangani pada 30 Januari 2020.

Baca Juga: Kisah Rhegita, Sang Calon Guru Tes SKD CPNS Jelang Melahirkan

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Seleksi CPNS Kemensetneg Tahun 2019 akan terlaksana di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Gaharu I Nomor 1, Cilandak Barat, Jakarta Selatan menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Untuk tanggal pelaksanaannya adalah pada 17 Febuari 2020 hingga 24 Febuari 2020.

"Pelamar Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Sekretariat Negara Tahun 2019 yang dinyatakan Lulus Seleksi Administrasi (selanjutnya disebut Peserta) wajib mengikuti SKD sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," tulis Kemensetneg dalam pengumumannya seperti dilansir dari laman Setkab, Sabtu (1/2/2020)

Baca Juga: Ada Peserta yang Ingin Melahirkan, Panitia Pelaksana SKD CPNS Siap Siaga

“Peserta wajib mencetak Kartu Peserta Ujian CPNS secara mandiri pada kertas A4 dan berkualitas baik dengan melakukan login pada akun sscn masing- masing di laman https://sscn.bkn.go.id,” seperti ditulis dalam pengumuman tersebut.

Selain itu peserta wajib hadir di lokasi pelaksanaan SKD paling lambat 90 menit sebelum jadwal sesi SKD dimulai untuk melakukan registrasi. Peserta juga diwajibkan membawa KTP asli atau Surat Keterangan Perekaman data KTP atau Surat Keterangan Pengganti Identitas yang disahkan oleh Pejabat yang berwenang.

Peserta diharuskan memakai kemeja berwarna putih dan celana panjang atau rok berwarna hitam, sepatu tertutup, dan jilbab warna hitam untuk peserta yang mengenakan jilbab. Bagi peserta yang terlambat, tidak hadir dan/atau tidak mampu mengikuti tahapan seleksi ini, maka dinyatakan gugur.

Pada akhir pengumuman, Kemensetneg juga menyampaikan bahwa kelulusan peserta adalah prestasi peserta sendiri. “Jika ada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, maka hal tersebut merupakan tindakan penipuan dan di luar tanggung jawab Kemensetneg,” tutup pengumuman tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini