nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Bappenas Jadikan Indonesia Negara Maju di 2045

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 16:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 04 20 2163213 cara-bappenas-jadikan-indonesia-negara-maju-di-2045-zIvLNSQJ56.jpg Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi negara maju pada tahun 2045, yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024. Berbagai upaya pun dilakukan untuk mendorong Indonesia keluar dari kelas negara berpendapatan menengah (middle income) menjadi negara berpendapatan tinggi (high income).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Soeharso Manoarfa menjelaskan, untuk bergerak menjadi negara maju maka rata-rata pertumbuhan domestik bruto (PDB) Indonesia harus mencapai USD23.199 per kapita. Tahun ini rata-rata pertumbuhan PDB diperkirakan mencapai USD4.546 per kapita dan di 2025 jadi USD6.305 per kapita.

Baca juga: Cara BI Perkuat Ketahanan Ekonomi Indonesia di 2020

"Untuk Indonesia menuju negara maju di 2045 harus capai USD23.199 per kapita kita," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (4/1/2020).

Guna mencapai target tersebut, pemerintah perlu menjadikan Indonesia negara industri, dalam hal ini mendorong industri pengolahan. Targetnya kontribusi industri pengolahan bisa mencapai 21% terhadap PDB dari posisi di tahun 2018 yang sebesar 19,9%.

Baca juga: Guncangan Ekonomi Dunia, Sri Mulyani Khawatir soal Pajak

Kemudian kontribusi dari industri pengolahan non migas ditargetkan sebesar 18,9% dari tahun 2018 yang sebesar 17,6%. Seiring dengan peningkatan industri, maka tenaga kerja di sektor industri juga ditargetkan meningkat kadi 15,7% dari posisi di 2018 yang sebesar Rp14,9%.

"Kalau kontribusi di industri pengolahan di bawah 20% itu belum masuk ke negara industri. Karena 20% sampai 40% itu masuk dalam kategori industri sedang," kata Suharso.

Selain mendorong industri, pemerintah juga bakal mendorong sektor pariwisata yang ditargetkan dapat meraup devisa sebesar USD32 miliar pada tahun 2024. Pada tahun 2019, pendapatan devisa dari sektor pariwisata baru mencapai USD19,3 miliar. Sehingga kontribusi pariwisata jadi sebesar 30% di 2024 dari sebelumnya di 2018 berkontribusi 19,3%.

Tak cukup itu, juga dilakukan peningkatan kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB. Targetnya, nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp1.846 triliun di 2024 dari tahun 2018 yang sebesar Rp1.105 triliun. Serta nilai transaksi e-commerce menjadi sebesar Rp600 triliun dari tahun 2018 yang sebesar Rp170 triliun.

"Dengan demikian rata-rata pertumbuhan PDB riil sebesar 5,7% dan per kapita sebesar 5%," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini