Nike hingga Cathay Pacific Mulai Terimbas Virus Corona

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Kamis 06 Februari 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 06 320 2164460 nike-hingga-cathay-pacific-mulai-terimbas-virus-corona-VpOsnQZkrI.jpg Waspada Virus Korona. (Foto: Okezone.com/NBC News)

JAKARTA - Perusahaan besar seperti Nike, Adidas hingga Capri Holdings harus merugi karena banyaknya toko-toko tutup karena bisnisnya terdampak virus corona. Merek-merek terkenal ini pun sudah memberikan informasi kepada para investor soal penjualan yang dapat turun drastis akibat virus corona.

"Situasi di China dan langkah-langkah yang diambil untuk melindungi warga memiliki dampak material pada bisnis kami," ujar CEO Capri Holdings John Idol, dilansir dari CNN pada Kamis (6/2/2020).

Sekitar 150 toko Capri di China ditutup. Sementara Nike telah menutup sekitar setengah dari toko yang dimilikinya di China. Begitu juga dengan Adidas, perusahaan dan para pemegang waralaba menutup sejumlah toko di sana.

Baca Juga: Industri Manufaktur China Tutup, Harga Tembaga Anjlok hingga 12%

Nike dan Capri Holdings mengatakan untuk toko-toko yang tetap, jam operasinya dikurangi. Selain itu, jumlah pembeli juga semakin sedikit.

"Dalam jangka pendek, kami memperkirakan situasi akan berdampak pada operasi kami di China," kata Nike.

Baca Juga: Ramalan Ekonomi China akibat Virus Korona, Cuma Tumbuh 4,5%?

Hampir 18% dari penjualan Nike pada kuartal terakhir berasal dari wilayah China. CEO Nike John Donahoe mengatakan, prioritas pertama perusahaan adalah secara tegas menjaga mitra dan konsumennya di China.

"Saat ini terlalu dini untuk menilai besarnya dampak terhadap perusahaan," ujar Adidas.

Sementara itu, Capri Holdings mencatat virus corona mengurangi pendapatan mereka sebesar USD100 juta setara Rp1,36 triliun (kurs Rp13.656 per USD) pada kuartal ini.

Selain itu, perusahaan besar lain seperti Apple telah menutup 42 tokonya di China hingga 9 Februari akibat wabah virus corona. Sementara Starbucks telah menutup setengah dari 4.300 toko di China pada minggu lalu.

Turunnya wisatawan China tampaknya tak terhindarkan karena maskapai membatalkan penerbangan. American Airlines telah menangguhkan semua penerbangan antara Amerika Serikat dan China hingga 27 Maret, sedangkan Delta Air Lines tidak akan terbang dari Amerika Serikat ke China hingga 30 April.

Perusahaan penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific mengatakan, pihaknya memotong penerbangan ke China sebesar 90% dan membuat pengurangan yang signifikan di tempat lain dalam jaringannya selama dua bulan ke depan. Total jumlah penerbangan akan berkurang 30%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini