Bill Gates Telah Menyimpan Makanan Bertahun-tahun Jauh Sebelum Wabah Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 19 April 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 19 320 2201479 bill-gates-telah-menyimpan-makanan-bertahun-tahun-jauh-sebelum-wabah-covid-19-cRfqclf5jj.jpg Bill Gates (Reuters)

JAKARTA - Wabah virus Corona atau Covid-19 pastinya banyak yang tidak menduga akan datang dan berdampak sangat buruk. Terutama, dalam perekonomian.

Akan tetapi, Bill Gates dan istrinya, Melinda Gates ternyata sudah menyiapkan segalanya. Walaupun, keluarga mereka mendapatkan hak istimewa jika ada bencana.

 Baca juga: Daftar 5 Miliarder Tertua di Dunia, Ada yang Berusia 101 Tahun

Melinda Gates mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia dan suaminya, Bill, telah menyimpan makanan di ruang bawah tanah mereka selama bertahun-tahun. Hal ini untuk mengantisipasi pandemik atau bencana lainnya.

“Beberapa tahun yang lalu, kita telah membicarakan, Anda tahu, bagaimana jika tidak ada air bersih? Bagaimana jika tidak ada makanan yang cukup? Kemana kita pergi? Apa yang mungkin kita lakukan sebagai keluarga? " katanya mengutip Business Insiders, Jakarta, Minggu (19/4/2020).

 Baca juga: Ketika Orang-Orang Terkaya Dunia Perang Lawan Corona

“Jadi saya pikir kita harus menyerahkan persiapan itu untuk diri kita sendiri. Tapi benar-benar kami telah menyiapkan dan, Anda tahu, beberapa makanan di ruang bawah tanah untuk berjaga-jaga," tambahnya.

Namun, satu-satunya hal yang tidak mereka persiapkan adalah vaksin atau pengobatan untuk virus yang akan menyebabkan pandemi. Meskipun dia mengakui hak istimewa dia dan keluarganya ketika berurusan dengan wabah COVID-19.

"Yang paling sering kita bicarakan sekarang di rumah setiap malam adalah betapa beruntungnya kita," lanjutnya.

Sebelumnya melaporkan bahwa Bill Gates telah memperingatkan tentang pandemi selama bertahun-tahun, mengatakan dalam TED Talk 2015 bahwa dunia tidak "siap untuk epidemi berikutnya" dan mengulangi sentimen dalam artikel op-ed 2017 untuk Bisnis 2017 Insider, di mana ia menulis bahwa epidemi berikutnya bisa menjadi "jenis flu yang sangat menular dan mematikan."

Pendiri Microsoft telah berbicara selama pandemi coronavirus, mengatakan kepada Financial Times pada awal April bahwa itu akan menjadi "peristiwa terbesar" dari kebanyakan orang seumur hidup. Dia telah menyarankan tindakan yang bisa dilakukan oleh negara-negara untuk membantu melacak virus, termasuk membuat basis data internasional untuk berbagi informasi satu sama lain.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini