Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kartu Prakerja, Program Prematur yang Tidak Efektif Selesaikan Masalah PHK

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 22 April 2020 |12:33 WIB
Kartu Prakerja, Program Prematur yang Tidak Efektif Selesaikan Masalah PHK
Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Program kartu prakerja yang diluncurkan di era mewabahnya covid-19 ini dinilai sebagai program yang terburu-buru.

Alhasil, nilai manfaat dari kartu prakerja ini menjadi minim. Bahkan, pelatihan online yang menghabiskan dana Rp5,6 triliun dinilai mubazir.

Pengamat Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjudin Nur Effendi memaparkan, pada awalnya, kartu prakerja merupakan program yang disiapkan untuk menghadapi era society 5.0.

Baca Juga: Program Kartu Pra-Kerja Dinilai Mubazir, Ini Kata Pemerintah

"Program kartu prakerja disiapkan untuk disrupsi 5.0, bukan disrupsi virus corona," kata dia kepada Okezone.

Menurutnya, perbedaan target ini yang membuat kartu prakerja tidak menjadi solusi atas permasalahan sekarang ini. Dia melanjutkan, konsep kartu prakerja sebelum era covid-19 adalah untuk mengatasi masalah keterampilan pekerja.

prakerja

Dia menjelaskan, paling tidak ada tiga target dari kartu prakerja sebelum era covid-19 tersebut. Pertama adalah skilling, menambah keterampilang bagi calon tenaga kerja yang baru lulus.

Baca Juga:  Molor, Hasil Seleksi Kartu Pra-Kerja Gelombang I Diumumkan Besok

Lalu reskilling, di mana ada pekerja yang terpaksa keluar dari pekerjaannya karena lapangan kerjanya tergerus industri 5.0 diberikan skill yang baru. Selanjutnya upskilling, pekerja yang sudah baru ditambah lagi skill-nya untuk lebih menunjang pekerjaannya.

Tetapi, akibat wabah covid-19 ini, jumlah korban PHK dan pengangguran bakal meningkat. Pemicunya adalah lapangan pekerjaan yang memang tidak ada.

"Sementara dalam pelatihan yang dibekali adalah kemampuan individu untuk menjadi jutawan. Apa kalau sudah selesai pelatihan (kartu prakerja) mereka bisa mendapatkan kerja? Sekarang ini susah, karena memang tidak ada lapangan kerjanya," jelas dia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement